Berita, Ekonomi

Isu Pencopotan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Mencuat, Sang Menteri Tegaskan Rumor Tersebut Tidak Benar

Repelita.net

04 June 2026 19:02 WIB • 877 view

Isu Pencopotan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Mencuat, Sang Menteri Tegaskan Rumor Tersebut Tidak Benar
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Isu mengenai pemberhentian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dari kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencuat ke permukaan pada Kamis (4/6/2026).

Spekulasi ini berhembus kencang seiring dengan kondisi ekonomi nasional yang mengalami tekanan berat, di mana nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh level Rp18.045 per dolar AS, serta penurunan indeks saham ke angka 5.700.

ADVERTISEMENT

Kabar mengenai rencana pencopotan ini semakin hangat diperbincangkan setelah adanya informasi terkait rapat tertutup yang dipimpin oleh Presiden Prabowo pada Kamis siang.

Meski demikian, Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras perihal isu bahwa dirinya akan dilengserkan dari kursi menteri keuangan.

Dalam pesan singkat kepada jurnalis pada Kamis (4/6/2026), ia menegaskan bahwa rumor tersebut tidak memiliki dasar kebenaran.

"Tidak benar," jawab Purbaya singkat.

Di tengah guncangan ekonomi yang terjadi, Purbaya tetap menjalankan kewajiban dinasnya dengan mendatangi kompleks DPR RI di Senayan, Jakarta.

Saat dimintai keterangan mengenai pelemahan rupiah, ia menekankan bahwa tanggung jawab utama menjaga stabilitas nilai tukar ada pada otoritas Bank Indonesia.

Mengenai urgensi penyelenggaraan rapat darurat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), ia menyatakan bahwa saat ini situasi masih dianggap terkendali oleh bank sentral.

"Kan nanti Anda lihat saya panik. Ya dasarnya BI masih berkegiatan secara baik. Semua masih di bawah kendali mereka. Saya serahkan ke mereka," ungkap Purbaya.

Sikap tenang yang diperlihatkan oleh menteri keuangan ini menuai beragam interpretasi dari para pengamat ekonomi dan politik.

Sebagian pihak menilai langkahnya tersebut sebagai wujud kepercayaan diri, namun ada pula yang mengkhawatirkan adanya ketidakselarasan koordinasi antara sektor fiskal dan moneter di masa krisis.

Hingga saat ini, pihak Istana Kepresidenan belum memberikan tanggapan resmi terkait dinamika jabatan menteri keuangan tersebut (*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung