Repelita Jakarta - Dinamika kedekatan emosional antara kepala pemerintahan baru dengan mantan pemimpin negara pasca-transisi administrasi nasional mematahkan spekulasi miring mengenai keretakan koalisi.
ADVERTISEMENT
Kanal YouTube Total Politik menyiarkan analisis mendalam mengenai penyerahan langsung rumah pensiun pemberian negara yang berlokasi di wilayah Colomadu Solo pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Pakar hukum tata negara memandang bahwa penempatan figur-figur lama di posisi strategis menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas sirkulasi kekuasaan.
"Semangat Presiden Prabowo ini merangkul semua orang. Jokowi itu dijaga supaya jangan keluar. Praktik berganti, tapi bukan diberhentikan, malah semakin dekat ke istana," kata Jimly Asshiddiqie saat menyampaikan pandangannya.
Langkah akomodatif lewat pemberian hak fasilitas negara ini sekaligus mendinginkan berbagai prediksi sepihak dari beberapa pengamat yang mengharapkan adanya pemisahan aliansi secara radikal.
"Nanti orang-orang yang anti-Jokowi makin sakit hati dia kan. Makin pusing nih, kiralogi-nya makin rusak. Padahal niatnya Prabowo memang dia merangkul semua," tutur Jimly Asshiddiqie secara mendalam.
Pendekatan harmonis antarelite melalui simbolisasi penyerahan aset di Solo ini dinilai menjadi instrumen penting guna mencegah timbulnya kegaduhan birokrasi yang dapat mengganggu program kerja kabinet baru (*)
Editor: 91224 R-ID Elok