Berita, Nasional

Istilah Inflasi Pengamat Disorot, Teddy Sentil Analisis Tanpa Data Fakta

Repelita.net

11 April 2026 20:14 WIB • 939 view

Istilah Inflasi Pengamat Disorot, Teddy Sentil Analisis Tanpa Data Fakta
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Istilah inflasi pengamat yang disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjadi sorotan publik setelah menyinggung banyaknya pihak yang memberi analisis lintas bidang tanpa dasar keahlian dan data yang tepat.

Teddy menjelaskan istilah tersebut menggambarkan situasi ketika jumlah orang yang tampil sebagai pengamat semakin banyak, namun tidak seluruhnya memiliki latar belakang sesuai topik yang dibahas.

ADVERTISEMENT

Ia mencontohkan munculnya pengamat beras, militer, hingga hubungan luar negeri yang menurutnya kerap menyampaikan data tidak sesuai fakta di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026), saat menanggapi ramainya perdebatan di ruang publik dan media sosial.

Menurut dia, fenomena tersebut bukan hal baru karena sebagian pengamat telah lama berusaha memengaruhi opini masyarakat sejak sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden.

Teddy menilai kondisi itu berbanding terbalik dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan saat ini.

Ia merujuk hasil resmi Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih 96.214.691 suara pada Pemilu 2024.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa dukungan masyarakat lebih besar daripada narasi yang dibangun sejumlah pihak.

Meski begitu, Teddy menegaskan pemerintah tetap menerima kritik dan masukan selama disampaikan secara objektif serta tidak menimbulkan keresahan.

Ia juga menyebut kondisi nasional saat ini masih berada dalam keadaan stabil dan terkendali, sembari memastikan perbaikan terus dilakukan secepat mungkin.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung