Berita, Internasional

Israel Rilis Video Serangan ke Mobil Jurnalis di Lebanon, 3 Tewas dan Dunia Kecam Pembunuhan Berkedok Intelijen

Repelita.net

30 March 2026 14:12 WIB • 972 view

Israel Rilis Video Serangan ke Mobil Jurnalis di Lebanon, 3 Tewas dan Dunia Kecam Pembunuhan Berkedok Intelijen
Foto: Istimewa

Repelita Beirut - Militer Israel secara resmi merilis rekaman udara yang menunjukkan momen serangan presisi terhadap sebuah kendaraan bermerek Hyundai berwarna putih di kawasan Jezzine, Lebanon selatan, pada Sabtu (28/3/2026), yang menewaskan tiga orang jurnalis sekaligus.

Korban tewas dalam serangan yang terjadi menjelang tengah hari waktu setempat itu diidentifikasi sebagai koresponden senior Al-Manar TV, Ali Shoaib, serta dua awak media dari Al-Mayadeen TV yaitu jurnalis Fatima Ftouni dan saudaranya yang juga berprofesi sebagai juru kamera, Mohammed Ftouni.

ADVERTISEMENT

Dari rekaman yang beredar, kendaraan yang ditumpangi para korban terlihat hancur total dengan sisa-sisa rompi anti peluru bertuliskan "PRESS" dan helm yang berserakan di antara puing-puing bodi mobil yang hangus terbakar.

Juru bicara militer Israel mengeluarkan pernyataan resmi yang mengklaim bahwa Ali Shoaib adalah anggota dari unit intelijen Pasukan Radwan yang berafiliasi dengan Hizbullah, dengan tuduhan bahwa yang bersangkutan telah beroperasi di bawah kedok profesi jurnalistik untuk memata-matai pergerakan tentara Israel di Lebanon selatan.

Dalam pernyataannya tersebut, militer Israel sama sekali tidak menyebutkan mengenai dua korban lainnya, Fatima Ftouni dan Mohammed Ftouni, serta tidak menyertakan bukti visual atau dokumen pendukung untuk menguatkan klaim yang dilontarkan.

Hizbullah langsung membantah keras tuduhan yang dialamatkan kepada almarhum Shoaib, dengan menyebut pernyataan Israel sebagai klaim palsu yang merupakan bentuk keputusasaan dan upaya menghindari tanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun melalui akun media sosial X mengecam insiden tersebut sebagai kejahatan terang-terangan yang melanggar seluruh hukum internasional dan norma perang, di mana jurnalis merupakan warga sipil yang mendapat perlindungan penuh saat menjalankan tugas profesional.

Menteri Informasi Lebanon Paul Morcos menyatakan bahwa pemerintah akan mengajukan pengaduan resmi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menilai serangan tersebut sebagai kejahatan perang yang disengaja dan terang-terangan terhadap institusi media dan misi jurnalistik.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menyoroti adanya pola yang mengkhawatirkan dalam konflik ini, di mana Israel kerap menuduh jurnalis sebagai kombatan aktif tanpa menyajikan bukti kredibel, dan menegaskan bahwa jurnalis bukanlah target yang sah terlepas dari afiliasi media tempat mereka bekerja.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut pembunuhan tersebut sebagai pembunuhan bertarget yang jelas dan upaya untuk membungkam suara para pencari kebenaran, serta melanggar hukum internasional secara terang-terangan.

Dalam insiden terpisah di hari yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sedikitnya sembilan petugas paramedis tewas dalam lima serangan berbeda terhadap fasilitas kesehatan dan ambulans di Lebanon selatan, menjadikan total tenaga medis yang gugur sejak 2 Maret 2026 mencapai 52 orang.

Jumlah korban jiwa warga sipil Lebanon akibat eskalasi militer Israel sejak awal Maret tercatat mencapai 1.238 orang, termasuk puluhan anak-anak dan petugas penyelamat, sementara lebih dari satu juta penduduk mengungsi akibat perluasan zona operasi militer Israel di wilayah selatan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung