Berita, Internasional

Israel Pasang Spanduk Provokatif di RS Indonesia Gaza, Kemlu Kecam Keras

Repelita.net

24 April 2026 13:10 WIB • 890 view

Israel Pasang Spanduk Provokatif di RS Indonesia Gaza, Kemlu Kecam Keras
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri merespons dengan kemarahan atas tindakan Israel yang memasang spanduk provokatif di Rumah Sakit Indonesia yang berada di Jalur Gaza, Palestina.

Spanduk bertuliskan 'Rising Lion' sengaja dipasang oleh pasukan Israel di bagian depan bangunan rumah sakit yang telah rusak tersebut.

ADVERTISEMENT

Istilah Rising Lion sendiri merujuk secara langsung pada nama operasi militer yang dilancarkan Israel ketika menyerang Iran pada bulan Juni tahun 2025.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam keras aksi pemasangan spanduk “Rising Lion” oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

“Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk ‘Rising Lion’ oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” tulis Kemlu RI dalam pernyataan resmi di platform X pada Rabu (22/4).

Pemerintah Indonesia menilai penggunaan simbol dan propaganda militer di lokasi rumah sakit sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan secara moral maupun hukum.

Kemlu RI menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan fasilitas sipil kemanusiaan yang didedikasikan khusus untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palestina yang membutuhkan.

Oleh karena itu, rumah sakit tersebut seharusnya tidak pernah dijadikan tempat pemasangan atribut propaganda militer dari pihak manapun.

“Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina,” kata Kemlu RI dalam pernyataannya.

Indonesia dengan tegas menegaskan bahwa rumah sakit dan seluruh fasilitas medis wajib dihormati serta dilindungi sepenuhnya sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Pemerintah juga mendesak Israel untuk segera menghentikan semua tindakan yang melanggar prinsip perlindungan terhadap infrastruktur sipil di wilayah pendudukan.

Selain itu, Indonesia meminta adanya akuntabilitas penuh atas serangan terhadap fasilitas kesehatan di Jalur Gaza selama konflik berlangsung.

Rumah Sakit Indonesia sebelumnya turut terdampak serangan militer Israel sejak awal konflik bulan Oktober 2023 hingga masa gencatan senjata pada Oktober 2025.

Direktur rumah sakit tersebut, Marwan Al-Sultan, dilaporkan gugur akibat serangan Israel yang menghantam kediamannya di wilayah Gaza barat pada Juli 2025.

Perkembangan terbaru pada Kamis (23/4/2026) berdasarkan laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa serangan udara Israel kembali menargetkan warga sipil di Gaza utara.

Setidaknya lima warga Palestina tewas dalam insiden tersebut menurut badan pertahanan sipil setempat.

“Lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat masjid Al-Qassam di Beit Lahia,” kata pejabat kesehatan setempat dalam pernyataan pada Rabu (22/4/2026) malam.

Pihak rumah sakit mengonfirmasi telah menerima korban, meskipun usia rinci dari anak-anak yang meninggal tersebut tidak disebutkan.

Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa Israel telah melakukan sekitar 2.400 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas sejak Oktober lalu.

Pelanggaran yang dilakukan militer Israel mencakup serangan terarah, penangkapan, blokade, hingga kebijakan kelaparan paksa terhadap penduduk Gaza.

Laporan Save the Children pada September menyebut lebih dari 20.000 anak tewas selama dua tahun konflik berdarah di Gaza.

Organisasi tersebut menyatakan rata-rata setidaknya satu anak meninggal setiap jam, dengan lebih dari 1.000 di antaranya berusia di bawah satu tahun.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung