Berita, Nasional

Islah Bahrawi: Laporkan Amien Rais Tak Mudah, Ribet, Teddy Harus Langsung yang Lapor

Repelita.net

03 May 2026 15:49 WIB • 833 view

Islah Bahrawi: Laporkan Amien Rais Tak Mudah, Ribet, Teddy Harus Langsung yang Lapor
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, yang menyatakan kesiapannya menghadapi proses hukum turut mendapat tanggapan serius dari tokoh Nahdlatul Ulama, Islah Bahrawi, pada Minggu (3/5/2026).

Islah menyinggung aspek hukum yang rumit jika kasus dugaan pencemaran nama baik tersebut benar-benar dibawa ke ranah pengadilan.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa proses hukum terkait dugaan pencemaran nama baik tidak sesederhana yang dibayangkan oleh banyak orang karena ada ketentuan khusus yang harus dipenuhi.

"Memang agak ribet ya? Kalau ingin melaporkan pak Amien Rais karena pencemaran nama baik," ujar Islah dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa pelaporan tindak pidana pencemaran nama baik harus dilakukan langsung oleh pihak yang merasa dirugikan bukan oleh pihak ketiga.

"Harus Teddy langsung yang melaporkan. Aturannya gitu. Setelah itu jauh lebih ribet lagi," sebutnya menguraikan alur hukum yang berliku.

Islah juga menyinggung persoalan pembuktian dalam perkara tersebut yang dinilai tidak mudah dan penuh tantangan teknis.

"Pelapor harus membuktikan bahwa tudingan itu salah dan pihak terlapor wajib membuktikan tudingannya benar," jelasnya tentang beban pembuktian ganda dalam kasus pencemaran nama baik.

Ia mempertanyakan metode apa yang akan digunakan nantinya untuk membuktikan kebenaran tudingan tersebut di persidangan.

"Masalahnya, metode pembuktiannya gimana coba?" timpalnya dengan nada kritis terhadap kompleksitas perkara ini.

Sebelumnya, Amien Rais menyampaikan pandangannya secara terbuka terkait hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Saya usulkan, Pak Prabowo secara kesatria, Prabowo melepaskan diri dari si Teddy yang berbahaya itu," kata Amien Rais dalam video yang sempat beredar luas.

Menanggapi pernyataan kontroversial tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyampaikan keprihatinannya.

"Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor-doktor, telah menjadi korban dari hoaks," ujar Qodari pada kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan bahwa tudingan yang berkembang selama ini berasal dari konten media sosial yang tidak bisa dijadikan rujukan faktual.

"Kenapa korban dari hoaks? Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab dan Pak Teddy adalah gay," Qodari menuturkan.

"Itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek," tambahnya menjelaskan sumber kekeliruan.

Namun menurut Qodari, jika ditelusuri lebih jauh konten tersebut sama sekali tidak sesuai dengan asumsi yang berkembang di masyarakat.

"Padahal kalau kita tonton video lagu Aku Bukan Teddy itu jelas bahwa yang nyanyi bukan Ibu Titiek," tegasnya membantah asumsi Amien Rais.

Ia juga menambahkan bahwa visual dalam video lagu tersebut hanyalah kompilasi atau gabungan gambar yang tidak memiliki hubungan langsung dengan isi lagu.

"Yang kedua gambar Ibu Titiek di situ adalah kompilasi atau kolase dari berbagai gambar yang sebetulnya tidak ada hubungan dengan lagu," timpalnya.

Qodari menyebut bahwa dalam akun asli pengunggah konten tersebut bahkan telah mencantumkan penjelasan bahwa konten bersifat hiburan semata.

"Bahkan saya lihat di akun aslinya, ternyata di situ sudah dibilang disclaimer bahwa itu bukan asli, itu adalah kepentingan entertainment, ya walaupun mungkin punya motivasi politik ya," terang dia.

Lebih lanjut, Qodari mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi yang beredar di media sosial termasuk yang melibatkan teknologi kecerdasan buatan.

"Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks," tandasnya.

Ia pun menegaskan kembali bahwa pernyataan Amien Rais tentang Teddy Indra Wijaya sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat dan faktual.

"Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy, itu adalah dasarnya hoaks," kuncinya mengakhiri pernyataan tegas tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung