Repelita Teheran - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara tegas memberikan ultimatum keras kepada Amerika Serikat terkait klaim adanya kapal perusak Angkatan Laut AS yang beroperasi di Selat Hormuz.
"Pasukan angkatan laut IRGC secara kuat memiliki kendali penuh yang cerdas atas Selat Hormuz," demikian pernyataan IRGC seperti dilansir Tasnim News, Minggu (12/4).
ADVERTISEMENT
Pernyataan resmi dari IRGC tersebut dengan jelas menegaskan bahwa hanya kapal sipil yang diizinkan untuk melintas, namun syarat dan ketentuan yang berlaku tetap harus dipatuhi.
Lebih lanjut, IRGC juga membantah habis laporan dari berbagai media tentang kapal-kapal perang Amerika yang berhasil melintas di perairan strategis tersebut.
"Setiap upaya kapal militer untuk melintasi selat Hormuz akan ditindak secara keras dan tegas," demikian bunyi peringatan yang tidak main-main dari pasukan elit Iran itu.
Sebelumnya, angkatan bersenjata Iran juga dengan tegas membantah klaim Komando Pusat AS (CENTCOM) terkait operasi kapal AS di Selat Hormuz.
"Klaim komandan CENTCOM bahwa kapal-kapal Amerika mendekati dan memasuki Selat Hormuz sangat kami bantah,” kata juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia, Ebrahim Zolfaqari, pada Sabtu (11/4/2026).
Ebrahim Zolfaqari juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran saat ini memiliki keunggulan penuh atas jalur pelayaran apa pun yang melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan keras dari Iran ini muncul setelah CENTCOM mengklaim pasukannya mulai menetapkan kondisi untuk pembersihan ranjau di Selat Hormuz pada 11 April.
Saat itu, dua kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS dilaporkan sedang melakukan operasi di sekitar selat tersebut.
“Hari ini, kami memulai proses untuk menetapkan jalur baru, dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim guna mendorong kelancaran arus perdagangan,” kata Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok