Berita, Timur Tengah

Iran Tolak Semua Konsesi, Mediator Peringatkan 48 Jam Terakhir Perdamaian

Repelita.net

06 April 2026 15:07 WIB • 930 view

Iran Tolak Semua Konsesi, Mediator Peringatkan 48 Jam Terakhir Perdamaian
Foto: Istimewa

Iran Tolak Semua Konsesi, Mediator Peringatkan 48 Jam Terakhir Perdamaian

Repelita New York - Mediator internasional memberikan peringatan keras kepada Iran bahwa dua hari ke depan adalah kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel.

ADVERTISEMENT

Namun hingga saat ini, Teheran tetap pada pendiriannya dan menolak memberikan konsesi apapun terkait dua kartu truf utama, yakni Selat Hormuz dan program pengayaan uranium.

Di tengah ancaman serangan besar-besaran AS-Israel terhadap infrastruktur sipil Republik Islam, negosiasi di belakang layar terus berjalan dengan suhu yang memanas.

AS mengusulkan gencatan senjata selama 45 hari sebagai langkah pertama menuju pengakhiran perang secara permanen di kawasan.

Namun Iran memasang harga mati dengan tidak bersedia menyerahkan dua isu paling krusial hanya sebagai imbalan jeda sementara.

Bagi Teheran, membuka Selat Hormuz untuk musuh dan melepas aset uranium adalah urusan yang hanya bisa dinegosiasikan dalam kesepakatan final, bukan sekadar gencatan senjata.

Menurut laporan Axios yang dikutip media internasional pada 5 hingga 6 April 2026, mediator dari Pakistan, Mesir, dan Turki sedang berupaya keras menjembatani perbedaan antara Washington dan Teheran.

Usulan yang dibahas adalah kesepakatan dua tahap, dengan tahap pertama berupa gencatan senjata selama 45 hari.

Masalahnya, Teheran menolak memberikan konsesi apa pun di tahap pertama karena menganggap dua isu tersebut sebagai alat tawar utama yang tidak bisa diserahkan hanya dengan imbalan gencatan senjata 45 hari.

Sejak perang meletus pada 28 Februari 2026, Teheran mengambil kendali penuh atas jalur perairan strategis Selat Hormuz yang menjadi garis depan pertahanan.

Angkatan Laut Pengawal Revolusi Iran pada Minggu (5/4/2026) memastikan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang, terutama bagi AS dan Israel.

Data terbaru dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menunjukkan bahwa Iran terus meningkatkan stok uranium pengayaan tingginya.

Hingga pertengahan Mei, Teheran diperkirakan memiliki 408,6 kg uranium yang diperkaya hingga 60 persen, meningkat 133,8 kg sejak laporan terakhir pada Februari.

Secara keseluruhan, total uranium yang diperkaya Iran diperkirakan mencapai 9.247,6 kg atau melebihi 45 kali batas yang diizinkan dalam Kesepakatan Nuklir 2015 (JCPOA).

Presiden AS Donald Trump telah memberi Iran tenggat waktu hingga Selasa malam (7/4/2026) pukul 20.00 waktu setempat, merupakan perpanjangan 20 jam dari tenggat sebelumnya.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengatakan ada peluang bagus terkait akhir dari konflik tersebut, namun jika mereka tidak setuju ia akan meledakkan semuanya di sana.

Dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan rencana operasional untuk kampanye pemboman besar-besaran AS-Israel terhadap fasilitas energi Iran sudah siap.

Para mediator menyampaikan pesan yang sama kepada Iran bahwa tidak ada waktu untuk taktik negosiasi lebih lanjut.

Para pejabat Iran telah menjelaskan kepada para mediator bahwa mereka tidak ingin terjebak dalam situasi seperti Gaza atau Lebanon.

Iran ingin jaminan bahwa gencatan senjata 45 hari benar-benar akan mengarah pada pengakhiran perang secara permanen, bukan sekadar jeda taktis bagi musuh untuk mengatur napas.

Sumber-sumber yang mengetahui jalannya negosiasi mengatakan peluang untuk mencapai kesepakatan dalam 48 jam ke depan sangat tipis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung