Berita, Timur Tengah

Iran Rilis Peta Khusus agar Kapal Terhindar dari Ranjau di Selat Hormuz, Begini Rute Alternatifnya

Repelita.net

10 April 2026 22:02 WIB • 1,129 view

Iran Rilis Peta Khusus agar Kapal Terhindar dari Ranjau di Selat Hormuz, Begini Rute Alternatifnya
Foto: Istimewa

Repelita Selat Hormuz - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis peta khusus yang menetapkan rute alternatif bagi kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz, dengan tujuan menghindari potensi ranjau laut di jalur utama.

Keputusan ini diambil di tengah kondisi yang disebut IRGC sebagai "situasi perang" di kawasan Teluk dan Selat Hormuz, menyusul ketegangan berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat .

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan resminya, IRGC memperingatkan semua kapal yang berniat melintasi selat strategis tersebut untuk mematuhi rute alternatif "hingga pemberitahuan lebih lanjut" dan berkoordinasi dengan otoritas angkatan laut Iran demi keselamatan pelayaran .

"Mengingat kondisi perang di Teluk dan Selat Hormuz serta potensi keberadaan ranjau laut di jalur utama, semua kapal harus mematuhi rute navigasi alternatif," demikian bunyi pernyataan IRGC yang dilansir Mehr News Agency .

Peta yang dirilis IRGC dan dipublikasikan oleh Iranian Students' News Agency (ISNA) menunjukkan dua jalur utama yang harus dilalui kapal .

Untuk lalu lintas masuk menuju Teluk Persia, kapal yang berangkat dari Teluk Oman diarahkan untuk bergerak ke utara melewati Pulau Larak sebelum melanjutkan perjalanan .

Sementara untuk lalu lintas keluar dari Teluk, kapal harus berangkat melewati sisi selatan Pulau Larak menuju Teluk Oman .

Peta tersebut juga menampilkan area yang ditandai sebagai "zona bahaya" atau "danger zone" di tengah selat, yang menurut laporan ISNA merupakan lokasi di mana ranjau laut kemungkinan telah ditempatkan .

Langkah ini diambil IRGC sebagai antisipasi atas ancaman ranjau anti-kapal yang dapat membahayakan navigasi di jalur pelayaran utama Selat Hormuz .

Pulau Larak, yang terletak di dekat daratan utama Iran, telah digunakan sebagai jalur alternatif oleh sejumlah kapal selama periode konflik antara Iran dan AS .

Sebelum merilis peta rute alternatif ini, Iran sempat menutup total Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan AS .

Penutupan tersebut menyebabkan lalu lintas kapal di selat turun drastis hingga 90 persen di bawah level normal, dengan hanya sekitar 10 hingga 15 kapal per hari yang melintas .

IRGC juga menegaskan bahwa kapal hanya dapat melintasi selat dengan koordinasi bersama angkatan laut Iran, dan beberapa laporan menyebutkan kapal harus membayar biaya tertentu untuk mendapatkan jalur aman .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung