Berita, Timur Tengah

Iran Resmi Umumkan Kemenangan Mutlak atas AS dan Israel: "Washington Gagal Total Capai Tujuannya"

Repelita.net

19 April 2026 14:48 WIB • 1,293 view

Iran Resmi Umumkan Kemenangan Mutlak atas AS dan Israel: "Washington Gagal Total Capai Tujuannya"
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Iran secara resmi mengumumkan kemenangan mutlak dalam pertempuran melawan Amerika Serikat dan Israel, seraya menyatakan bahwa Washington gagal total mencapai seluruh tujuan militernya di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pidato nasional pada Sabtu, 18 April 2026, di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Dalam pidatonya, Ghalibaf menegaskan bahwa Iran berhasil keluar sebagai pemenang di medan perang sementara Amerika Serikat tidak memperoleh satu pun kemenangan berarti sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026.

Jika kami menerima gencatan senjata, itu karena pihak mereka (AS dan sekutunya) menerima tuntutan kami, kata Ghalibaf menjelaskan bahwa gencatan senjata bukanlah tanda kelemahan Iran.

Ia menambahkan bahwa Iran masih menguasai penuh Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi pusat konflik, dan tidak ada kekuatan asing yang mampu merebut kendali atas wilayah perairan tersebut.

Upaya musuh adalah memaksakan tuntutan kepada kami, karena itu negosiasi adalah salah satu metode perjuangan, tegas Ghalibaf menekankan bahwa diplomasi tidak berarti menyerah.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahkan menembaki dua kapal dagang berbendera India di Selat Hormuz sebagai bukti nyata bahwa Iran tidak gentar terhadap kekuatan besar mana pun.

Pengamat Timur Tengah Pizaro Gozali Idrus menilai tindakan Iran mengirimkan pesan keras kepada Donald Trump bahwa Iran tidak mau negosiasi yang main-main.

Ini kapal India yang ditembak loh, ini enggak main-main, ini kan India negara besar, dia punya leverage ekonomi sangat besar, tetapi itu pun tidak menjamin bebas dari tembakan, katanya.

Angkatan Laut IRGC juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memastikan pengawasan ketat atas Selat Hormuz akan terus dilakukan hingga perang agresi AS-Israel sepenuhnya berakhir dan perdamaian abadi tercapai.

Pembicaraan negosiasi dengan AS gagal karena pihak lawan mengajukan tuntutan tambahan yang ditolak Iran, sehingga kelanjutan negosiasi ditunda hingga AS menyesuaikan diri dengan realitas medan perang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung