Berita, Timur Tengah

Iran Murka Kapal Diserang dan Disita, Ancaman Balasan Guncang Selat Hormuz: AS Kembali Ingkar Janji?

Repelita.net

20 April 2026 14:20 WIB • 1,078 view

Iran Murka Kapal Diserang dan Disita, Ancaman Balasan Guncang Selat Hormuz: AS Kembali Ingkar Janji?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Iran murka setelah kapal kargo berbendera Republik Islam diserang dan disita oleh angkatan laut Amerika Serikat di perairan Teluk Oman, memicu ancaman balasan yang mengguncang kawasan Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi aksi militer tersebut melalui platform Truth Social pada Ahad, 19 April 2026, mengklaim kapal bernama Touska mencoba melewati blokade laut yang diberlakukan Washington.

ADVERTISEMENT

Kapal perusak rudal terarah USS Spruance disebut telah mencegat kapal Iran tersebut dan meledakkan lubang di ruang mesin setelah awak kapal menolak mendengarkan peringatan.

Trump menambahkan bahwa Marinir AS kini telah mengamankan kapal tersebut dan sedang memeriksa seluruh muatan yang ada di dalamnya.

Teheran dengan sigap mengecam aksi tersebut sebagai perompakan bersenjata dan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang baru saja dinegosiasikan.

Markas Pusat Para Nabi (Khatam al-Anbiya), komando tertinggi angkatan bersenjata Iran, mengeluarkan pernyataan tegas bahwa pasukan bersenjata akan segera membalas tindakan penembakan tersebut.

“Pasukan Bersenjata Iran akan segera membalas tindakan penembakan yang dilakukan oleh tentara Amerika terhadap salah satu kapal kita,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip media pemerintah Iran.

Pernyataan itu secara eksplisit menuduh Amerika Serikat kembali mengingkari janji-janjinya dalam berbagai kesepakatan diplomatik sebelumnya.

“Amerika yang agresif telah melanggar gencatan senjata dan melakukan perompakan laut dengan menembakkan peluru ke kapal dagang Iran di perairan Laut Oman, yang menyebabkan gangguan pada sistem navigasinya, serta mendaratkan sejumlah terorisnya di atas kapal yang dimaksud,” lanjut pernyataan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, juga menyebut kebijakan blokade AS sebagai tindakan kriminal dan perang terhadap umat manusia.

Iran menilai bahwa AS kembali menunjukkan watak aslinya yang tidak bisa dipercaya dalam menjaga komitmen internasional.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka untuk pelayaran internasional.

Menurut laporan dari Mehr News Agency, pasukan Republik Islam bahkan telah menyerang beberapa kapal militer Amerika dengan pesawat tanpa awak sebagai respons pertama.

Jika klaim ini benar, maka ini akan menjadi eskalasi signifikan pertama di mana Teheran secara langsung menyerang aset militer AS.

Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia kini berada dalam kondisi paling genting dalam sejarah modern.

Iran menegaskan bahwa mereka akan menghukum kapal atau kapal tanker minyak mana pun yang melintasi wilayah tersebut tanpa izin resmi dari Teheran.

Dunia kini menunggu apakah respons balasan Iran akan berupa serangan rudal balistik, perang siber, atau eskalasi lebih lanjut yang berpotensi memicu konflik terbuka antara dua negara adidaya energi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung