Berita, Timur Tengah

Iran Berencana Serang Langsung AS Pakai Rudal Antarbenua, Analis: China Cerdas

Repelita.net

25 April 2026 23:51 WIB • 1,310 view

Iran Berencana Serang Langsung AS Pakai Rudal Antarbenua, Analis: China Cerdas
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Iran berencana menyerang langsung wilayah Amerika Serikat menggunakan rudal antarbenua jika konflik dengan AS terus berlanjut, demikian ungkap pakar militer Susaningtyas N Kertopati.

Hal itu dikatakan Susaningtyas yang akrab disapa Bu Nuning dalam acara Dialog Prime di Nusantara TV, Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Perlu diketahui bahwa Iran disebut memiliki kemampuan menyerang langsung ke Amerika Serikat, termasuk kemungkinan penggunaan rudal balistik antarbenua. Ini bisa saja terjadi apabila Iran merasa sangat dirugikan," tegas Nuning.

Menurut Nuning, Teheran tidak sekadar menggertak karena Iran disebut memiliki teknologi rudal balistik antarbenua (ICBM) dengan jangkauan sangat jauh yang mampu menjangkau wilayah kedaulatan AS.

Nuning mengungkapkan Iran saat ini sedang berada dalam tekanan internal yang hebat pasca tewasnya Ali Khamenei dan cederanya Mojtaba Khamenei.

Kondisi tersebut justru bisa memicu respons militer yang ekstrem dari Teheran menggunakan rudal antarbenua.

Sementara AS dan Iran saling gertak, Nuning menilai China justru tampil sebagai pemain paling cerdik dengan memposisikan diri sebagai mediator netral tanpa terseret konflik terbuka.

"Cina mendorong gencatan senjata dan negosiasi. Mereka ingin membangun citra sebagai pembela multilateralisme. China memainkan langkah paling cerdik karena mampu memanfaatkan situasi tanpa harus terlibat langsung dalam konfrontasi fisik," tambah Nuning.

Nuning juga menilai perubahan sikap Donald Trump dari perintah shoot and kill menjadi ajakan good deal bukanlah sebuah kebingungan melainkan strategi perang kognitif.

"Trump tahu betul apa yang dia lakukan karena dia seorang pedagang. Segala hal bisa direkayasa melalui komunikasi. Ini adalah cara membuat pihak Iran dan proksinya mengubah rencana perlawanan," jelasnya.

Nuning memperingatkan bahwa perang saat ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi militer karena telah berkembang menjadi perang hibrida yang melibatkan perang asimetrik, kognitif, informasi, hingga siber.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung