Berita, Timur Tengah

Iran Batasi 12 Kapal per Hari di Selat Hormuz, Berlakukan Tarif Rp34 Miliar dan Wajib Negosiasi dengan Garda Revolusi

Repelita.net

12 April 2026 22:24 WIB • 1,087 view

Iran Batasi 12 Kapal per Hari di Selat Hormuz, Berlakukan Tarif Rp34 Miliar dan Wajib Negosiasi dengan Garda Revolusi
Foto: Istimewa

Repelita Tehran - Iran dilaporkan membatasi jumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz hanya sekitar 12 kapal per hari, sekaligus memberlakukan tarif tinggi yang mencapai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34 miliar untuk setiap kapal yang hendak melewati jalur strategis tersebut.

Kabar tersebut diungkap dalam laporan The Wall Street Journal seperti dikutip pada Minggu (12/4/2026), di mana kebijakan itu telah dimasukkan ke dalam syarat-syarat yang diajukan Iran dalam negosiasi damai dengan Amerika Serikat di Pakistan.

ADVERTISEMENT

"Iran telah memberitahu para mediator gencatan senjata Iran-AS bahwa mereka akan membatasi jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz menjadi sekitar 12 kapal per hari dan mengenakan biaya tol," ungkap laporan tersebut.

Tak hanya membatasi kuota, Iran juga mewajibkan setiap kapal untuk bernegosiasi terlebih dahulu dengan Korps Garda Revolusi Islam sebelum diberikan izin melintas.

Pembayaran biaya tol bahkan diminta dalam bentuk mata uang kripto atau yuan China, mengingat Iran telah terputus secara efektif dari jaringan keuangan global utama karena sanksi berat dari AS dan Eropa.

Data dari S&P Global Market Intelligence menunjukkan dampak langsung kebijakan tersebut, di mana pada 7 April lalu hanya empat kapal yang berhasil melintas.

Angka tersebut anjlok drastis dibandingkan kondisi normal sebelum konflik pecah di mana lebih dari 100 kapal per hari biasa melintasi Selat Hormuz.

Secara hukum internasional, Selat Hormuz merupakan jalur laut internasional yang menjamin kebebasan navigasi di bawah United Nations Convention on the Law of the Sea.

Namun Iran tetap memperketat kendali atas jalur tersebut dan bahkan memperingatkan bahwa kapal tanpa izin dapat dihancurkan oleh pihak militer Iran.

Kondisi ini memicu kekhawatiran luas, terutama bagi negara-negara Teluk, Eropa, dan Asia yang sangat bergantung pada jalur ini untuk pasokan energi mereka sehari-hari.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung