Berita, Timur Tengah

Iran Ajukan Syarat ke AS, Selat Hormuz Disebut Bisa Dibuka Kembali dalam 7 Hari

Repelita.net

26 September 2026 17:42 WIB • 98 view

Iran Ajukan Syarat ke AS, Selat Hormuz Disebut Bisa Dibuka Kembali dalam 7 Hari
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan sejumlah pernyataan mengenai kondisi Selat Hormuz, isu nuklir Iran, serta rencana yang disebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat melalui Qatar.

Pernyataan tersebut dibagikan oleh akun Threads @nandxnandza dalam empat unggahan yang dipublikasikan sekitar 12 jam lalu, dengan mencantumkan tanggal 28 Februari 2026 sebagai batas waktu kondisi Selat Hormuz yang disampaikan Araghchi.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan pertama, Araghchi mengatakan bahwa hingga 28 Februari 2026 Selat Hormuz masih terbuka, sementara gangguan keamanan dan pelayaran menurutnya berkaitan dengan tindakan Amerika Serikat dan Israel.

“Hingga 28 Februari 2026, Selat Hormuz tetap terbuka. Ketidakamanan yang terjadi di Selat Hormuz dan terganggunya pelayaran maritim merupakan akibat langsung dari tindakan agresif AS dan rezim Isra*l.

Anda tidak bisa membombardir suatu negara, mengancam akan memusnahkannya, memberlakukan blokade maritim dan langkah-langkah koersif, lalu mengharapkan keamanan dan pelayaran kembali normal secara otomatis.”

Araghchi kemudian menanggapi tuduhan mengenai kemungkinan Iran memperoleh senjata nuklir dengan menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan yang menurutnya telah berulang kali disampaikan sejak 2003.

“Tuduhan bahwa Iran berada di ambang memperoleh senjata nuklir adalah sebuah kebohongan besar, yang pertama kali dibuat oleh Isra*l pada 2003, dan sejak saat itu AS serta negara-negara Eropa terus mengulanginya.

Iran telah menjadi pihak yang patuh terhadap NPT sejak 1970 dan selama puluhan tahun telah berada di bawah pemantauan ekstensif IAEA.

AS tidak dapat secara kredibel mengklaim membela nonproliferasi sementara menyerang fasilitas nuklir damai yang berada di bawah pengamanan IAEA.”

Dalam unggahan berikutnya, Araghchi menyebut Iran telah menyampaikan rencana konkret kepada Amerika Serikat melalui Qatar untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan pelayaran.

Iran telah menyampaikan rencana “konkret” selama 7 hari kepada Amerika Serikat melalui Qatar.

“Jika kondisi yang diperlukan terpenuhi, Selat [Hormuz] dapat dibuka kembali dan pelayaran maritim normal dapat dipulihkan dalam waktu 7 hari,” katanya.

Ia menambahkan bahwa “jangka waktu tersebut akan mulai dihitung segera setelah AS menerima rencana ini.”

"Tindakan yang harus dilakukan AS bukanlah hal baru. Semuanya sudah tercantum dalam MOU.”

Araghchi juga menjelaskan bahwa apabila persyaratan yang diajukan Iran dipenuhi Amerika Serikat, pembukaan Selat Hormuz akan dilakukan setelah periode tujuh hari tersebut.

Araghchi mengatakan jika syarat-syarat Iran dipenuhi AS, maka Selat Hormuz akan dibuka pada akhir hari ke-7 dan perundingan akan dilanjutkan.

Unggahan tersebut turut mencantumkan keterangan yang merujuk pada Al Jazeera dan Arab Times mengenai pernyataan Araghchi terkait Selat Hormuz dan kelanjutan perundingan.

Seluruh pernyataan tersebut merupakan keterangan yang dibagikan kembali oleh akun @nandxnandza, sementara klaim dan posisi yang disampaikan Araghchi perlu dipahami sebagai pernyataan pihak Iran dalam konteks perkembangan hubungan Iran, Amerika Serikat, serta situasi pelayaran di kawasan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung