Repelita Jakarta - Indonesia secara mengejutkan menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara dengan jumlah pengguna platform kecerdasan buatan ChatGPT terbanyak berdasarkan laporan tren teknologi global tahun 2026.
Tingginya angka adopsi teknologi AI generatif di tanah air menunjukkan antusiasme masyarakat Indonesia yang sangat besar dalam mengintegrasikan inovasi digital ke dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari mereka.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data terbaru, berikut adalah tiga negara dengan basis pengguna ChatGPT terbesar di skala global:
- India — 13,5 persen.
- Amerika Serikat — 8,9 persen.
- Indonesia — 5,7 persen.
Lonjakan minat masyarakat terhadap teknologi pintar ini juga diperkuat oleh pengaruh besar media sosial yang secara konsisten menyebarkan berbagai panduan praktis mengenai cara pemanfaatan kecerdasan buatan bagi pengguna awam.
Data dari AI Tools via CivicLoper per Maret 2026 merilis daftar platform AI paling populer di dunia berdasarkan jumlah kunjungan:
- ChatGPT — Chatbot — 6,20 miliar kunjungan.
- Gemini — Chatbot — 1,10 miliar kunjungan.
- Canva — Generator Desain — 1,00 miliar kunjungan.
- Claude — Chatbot — 722,20 juta kunjungan.
- Google Translate — Penerjemah — 419,20 juta kunjungan.
- Grok — Chatbot — 365,10 juta kunjungan.
- DeepSeek — Chatbot — 321,90 juta kunjungan.
- Perplexity — Mesin Pencari AI — 209,40 juta kunjungan.
- Character.AI — Chat Karakter — 194,60 juta kunjungan.
- Google Labs — AI Eksperimental — 171,80 juta kunjungan.
- JanitorAI — Chat Karakter — 149,00 juta kunjungan.
- Microsoft Copilot — Chatbot — 120,00 juta kunjungan.
Masyarakat Indonesia harus waspada terhadap keakuratan informasi dan potensi penyebaran berita yang belum terverifikasi sumbernya.
Kelompok usia muda, terutama rentang 16 hingga 24 tahun, paling cepat beradaptasi dengan perubahan ini, sekaligus menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar AI di kawasan Asia Pasifik secara keseluruhan [1].
Editor: 91224 R-ID Elok