Berita, Nasional

Indonesia impor listrik dari Malaysia, Bahlil: Transmisi Filipina akan masuk jaringan Trans Borneo

Repelita.net

15 May 2026 13:24 WIB • 1,206 view

Indonesia impor listrik dari Malaysia, Bahlil: Transmisi Filipina akan masuk jaringan Trans Borneo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa saat ini Indonesia tengah melakukan impor pasokan listrik dari Malaysia untuk wilayah Kalimantan.

“Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia-Indonesia. Sebentar lagi akan masuk Filipina,” ujar Bahlil ketika dikutip dari Antara, Rabu (13/5).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan bahwa kerja sama kelistrikan dengan Malaysia tersebut diwujudkan melalui impor listrik yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) negeri jiran itu.

Menurut dia, kolaborasi semacam ini sangat menguntungkan kedua belah pihak, apalagi dalam upaya menyediakan aliran listrik yang merata, handal, serta terjangkau hingga ke daerah-daerah terpencil.

“Itu bagus. Harganya cengli (masuk akal),” ujar dia.

Ke depan, Bahlil menambahkan, sistem transmisi Filipina direncanakan bakal tersambung ke dalam jaringan Trans Borneo Power Grid.

Dengan integrasi tersebut, distribusi energi di kawasan Asia Tenggara diharapkan dapat berjalan lebih efisien.

Di luar rencana pengembangan transmisi jaringan listrik Trans Borneo Power Grid, Bahlil mengungkapkan rencana Singapura yang membeli listrik bersih dari Indonesia.

Menurut Bahlil, bila Singapura ingin mengimpor listrik dari Indonesia, maka harganya pun harus masuk akal dan adil bagi Indonesia.

“Untuk Singapura, kita kan juga akan ekspor tapi harganya harus cengli. Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk melakukan kajian yang lebih mendalam,” ujar dia.

Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara ASEAN untuk mempercepat pembuatan jaringan energi mengingat ketahanan energi menjadi tantangan utama yang mendesak untuk dihadapi bersama sebagai dampak tekanan global serta ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.

Kepala Negara menyampaikan bahwa kawasan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan yakni mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Terkait hal itu, Presiden menyinggung kesiapan negara-negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN.

"Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN," kata Prabowo.

Lebih lanjut, dia mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan seperti pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga memaparkan sejumlah langkah yang tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengembangan energi surya.

"Kecepatan penuh, tenaga surya 100 GW, ajak teman-teman kita, tingkatkan infrastruktur energi kita, kita memiliki potensi," ujar Presiden.*

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung