Berita, Nasional

Indonesia Absen dari Penghargaan Haji 2026, Wamenhaj Ungkap 2 Catatan dari Arab Saudi

Repelita.net

05 June 2026 18:50 WIB • 1,105 view

Indonesia Absen dari Penghargaan Haji 2026, Wamenhaj Ungkap 2 Catatan dari Arab Saudi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pemerintah Indonesia menanggapi absennya nama tanah air dalam daftar penerima penghargaan The Labaytum Award 2026 yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa pemerintah tidak menjadikan predikat penyelenggaraan haji terbaik sebagai target utama dalam melayani jemaah.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, prioritas utama negara saat ini adalah memastikan kenyamanan serta perlindungan penuh bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

"Tentu itu adalah wewenang Kerajaan Saudi Arabia. Kami menghormati subjektivitas dari Kerajaan Saudi Arabia," ujar Dahnil.

Dahnil mengungkapkan terdapat dua faktor utama yang memengaruhi penilaian pihak Arab Saudi, yakni kebebasan pers dalam memberitakan penyelenggaraan haji serta aspek kesehatan jemaah.

Meski Indonesia memiliki angka kematian jemaah secara absolut yang tinggi karena jumlah jemaah terbesar di dunia, ia menegaskan bahwa angka persentase kematian sebenarnya terus menurun.

"Tahun lalu lebih dari 400 orang, sementara tahun ini per hari ini (kemarin, red) sekitar 180-an. Penurunannya sangat signifikan," tutur Dahnil.

Untuk menjaga tren positif tersebut, pemerintah berkomitmen memperketat kebijakan istitha'ah atau kemampuan kesehatan jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Senada dengan hal itu, Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan standar kesehatan jemaah di seluruh daerah di Indonesia.

Ia menekankan bahwa kondisi kesehatan lebih krusial dibandingkan faktor usia, sehingga setiap calon jemaah harus dipastikan benar-benar sehat sebelum berangkat.

"Kita belum terlalu signifikan dalam meningkatkan standar dari istitha'ah kesehatan, walaupun di berbagai daerah sudah bagus, mungkin ada beberapa daerah yang pelaksanaan istitha'ah kesehatannya kurang bagus," kata Irfan.

Pihaknya mengakui adanya tantangan budaya terkait kebijakan kesehatan ini, mengingat banyaknya calon jemaah yang telah menunggu antrean selama bertahun-tahun.

"Ini memang sangat berkaitan. Kita paham mereka menunggu lama, tapi kita juga paham bahwa kita juga perlu orang-orang yang sehat," ujar Irfan.

Sebagai informasi, The Labaytum Award 2026 merupakan apresiasi dari Arab Saudi bagi lembaga penyelenggara haji yang dinilai unggul dalam inovasi, kepuasan jemaah, dan kualitas layanan. (*)

Berikut daftar pemenang The Labaytum Award 2026:

  1. Kategori Berlian (Diamond Award): Malaysia,Irak, Ethiopia
  2. Kategori Emas (Gold Award): Djibouti, Komoro, Turki
  3. Kategori Perak (Silver Award): Maroko, Oman, Mesir
  4. Kategori Perunggu (Bronze Award): Aljazair, Tunisia, Singapura 

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung