Berita, Nasional

Imbas intel polisi ditangkap mahasiswa UMY usai foto diam-diam dalam kampus, Warek: Kami tak izinkan

Repelita.net

18 June 2026 23:59 WIB • 641 view

Imbas intel polisi ditangkap mahasiswa UMY usai foto diam-diam dalam kampus, Warek: Kami tak izinkan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Suasana di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendadak riuh pada Rabu (17/6/2026) malam setelah mahasiswa berhasil mengamankan seorang pria yang kedapatan memotret peserta aksi secara diam-diam.

Pria berpakaian sipil tersebut kedapatan sedang memantau para mahasiswa yang baru saja pulang mengikuti demonstrasi di kawasan Titik Nol Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

Wakil Rektor UMY, Zuly Qodir, menegaskan bahwa pihak kampus tidak pernah memberikan izin bagi aparat intelijen untuk masuk dan berkeliaran di area pendidikan tanpa prosedur resmi.

"Karena masuk kampus mahasiswa marah, dan saya pun tidak mengizinkan intel-intel berkeliaran di kampus semaunya. Kecuali, memang dia ada janjian ada surat ada perintah mau ketemu dengan saya ya saya temui," ujar Zuly menegaskan aturan akademis.

Zuly menjelaskan bahwa keributan bermula saat massa mahasiswa merasa curiga dengan gelagat orang asing yang memantau mereka di dalam lingkungan kampus.

"Kira-kira jam 17.00 bubar pulang sampai kampus. Aman baik-baik saya minta mereka berangkat berapa jumlahnya pulang berapa jumlahnya harus sama dan tidak boleh ada aksi atau tindakan kekerasan dan penghinaan kepada siapapun," jelasnya.

Ketika dikepung oleh massa, pria tersebut akhirnya mengakui identitasnya sebagai anggota intelijen dari Polda DIY yang sedang menjalankan tugas.

"Intel ini diminta mahasiswa siapa namanya, pangkatnya apa, dinas dimana, lalu disuruh minta maaf. Intelnya Dafa namanya itu nurut, saya minta untuk nurut kalau gak nurut saya gak tanggung jawab," kata Zuly menceritakan situasi di ruang rektorat.

Jogja Police Watch (JPW) menyoroti insiden ini sebagai kegagalan profesionalisme kepolisian dalam menjaga standar operasional di lapangan.

Kepala Divisi Humas JPW, Baharuddin Kamba, menyatakan bahwa tindakan tersebut memalukan institusi karena memicu kemarahan publik.

"JPW mengusulkan agar oknum intel Polda DIY tersebut bersama komandannya yang disebut bernama Bejo untuk dibebastugaskan dan diminta untuk mengikuti pendidikan ilmu kepolisian khususnya di bidang intelejen," tegas Kamba dalam keterangannya.

Pihak Polda DIY melalui Kabid Humas Kombes Pol Ihsan mengonfirmasi dalam keterangan Kamis (18/6/2026) bahwa pria tersebut merupakan anggota resmi yang sedang bertugas mengamankan aksi penyampaian pendapat.

"Terkait yang bersangkutan ada di lokasi adalah bagian dari pelaksanaan tugas dan murni dalam rangka mengawal keselamatan peserta aksi yang akan pulang ke kampusnya dalam keadaan aman dan selamat," ujarnya.

Polda DIY menyatakan bahwa insiden tersebut kini telah diselesaikan secara humanis melalui koordinasi langsung dengan pihak rektorat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung