Repelita Tel Aviv - Tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF) pada Sabtu, 28 Maret 2026, mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran rudal yang berasal dari arah Yaman dan mengarah ke wilayah selatan Israel, tepatnya di kawasan Negev.
Peristiwa ini menandai potensi meluasnya konflik di Timur Tengah dengan kemungkinan keterlibatan aktor baru di luar Iran dan Hizbullah yang selama ini menjadi poros utama perlawanan terhadap Israel.
ADVERTISEMENT
Laporan media internasional menyebutkan bahwa peluncuran rudal tersebut diduga menjadi sinyal awal keterlibatan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dalam konflik yang sebelumnya lebih didominasi oleh Iran dan sekutunya di Lebanon.
Sumber lain termasuk Israel War Room mengonfirmasi bahwa sirene peringatan serangan udara sempat berbunyi di wilayah selatan Israel menyusul deteksi rudal yang mendekati wilayah udara negara tersebut.
Aktivasi sistem peringatan dini ini merupakan prosedur standar yang dilakukan oleh otoritas Israel untuk mengingatkan warga sipil agar segera mencari perlindungan di tempat-tempat yang telah ditentukan.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang mengenai dampak kerusakan infrastruktur maupun jumlah korban jiwa akibat serangan rudal yang dilancarkan dari Yaman tersebut.
Namun situasi ini semakin memperkuat kekhawatiran berbagai pihak bahwa konflik yang sedang berlangsung berpotensi meluas ke wilayah yang lebih luas, dengan melibatkan lebih banyak aktor di luar Iran dan Israel.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok