Berita, Peristiwa

Ibu Kapten Ashari Menangis Minta Tolong Prabowo Bebaskan Anak dari Perompak Somalia

Repelita.net

26 April 2026 15:18 WIB • 933 view

Ibu Kapten Ashari Menangis Minta Tolong Prabowo Bebaskan Anak dari Perompak Somalia
Foto: Istimewa

Repelita Gowa - Ibu Kapten Kapal Honour 25, Ashari Samadikun (33), yang bernama Siti Aminah (57) tidak mampu lagi menahan tangisnya selama beberapa hari terakhir setelah mendengar kabar buruk dari anaknya yang disandera perompak di perairan Somalia .

Seperti yang diceritakan oleh istri Ashari, Kapal Honour 25 yang mengangkut muatan minyak dengan jumlah kru sebanyak 17 orang itu telah dibajak oleh kelompok bersenjata pada Selasa (21/4/2026) lalu di tengah pelayarannya .

ADVERTISEMENT

Ditemui langsung di kediamannya pada Sabtu (25/4/2026), Aminah mengatakan bahwa anak ketiganya tersebut merupakan tulang punggung keluarga yang menghidupi banyak sanak saudara .

"Sangat baik ke adek-adeknya, dengan orang tua, itu saya sangat sedih, terpukul, ketika mendengar berita anak saya," ujar Aminah dengan suara tersendat penuh haru .

Ashari yang merupakan alumni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar disebut telah melakukan perjalanan kerjanya yang kedua kalinya ke wilayah perairan Somalia yang dikenal rawan pembajakan .

"Yang pertama itu dua bulan baru pulang lagi. Dia pulang itu, dia sekolah lagi, ambil anunya, Kaptennya. Sembilan bulan baru naik, ini mi sekarang keadaannya," imbuh Aminah menjelaskan latar belakang pendidikan sang anak .

Melihat Presiden Prabowo Subianto yang dikenal memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan kepala-kepala negara di berbagai belahan dunia, ibu Kapten Ashari pun dengan rendah hati mengucapkan harapan besarnya .

"Saya minta tolong ke Pak Prabowo, minta tolong bantu anak saya. Anak saya sekarang dalam keadaan minta pertolongan dari pak Prabowo," Aminah menuturkan dengan nada memohon .

"Pak Prabowo presiden kita, minta tolong pak. Minta tolong sekali pak. Sudah beberapa hari ditahan perompak Somalia," tandas Aminah mengulangi permohonannya dengan nada yang semakin mendesak .

Berdasarkan keterangan resmi dari istri Ashari yang bernama Santi Sanaya (26), kapal tanker tersebut telah berada dalam kekuasaan perompak sejak Selasa (21/4/2026) lalu .

Hal ini diungkapkan Santi saat ditemui oleh wartawan di kediamannya yang berlokasi di Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (25/4/2026) .

Tidak sendirian, Ashari disebut disandera bersama 16 kru lainnya saat kapalnya melintas di perairan Somalia yang membawa muatan minyak mentah .

Dalam kapal Honour 25 yang berbendera asing itu, empat orang di antaranya merupakan warga negara Indonesia termasuk Ashari sebagai kapten kapal .

Sementara itu, dua belas kru lainnya berasal dari berbagai negara seperti India, Myanmar, hingga Pakistan yang ikut menjadi sandera dalam peristiwa pembajakan tersebut .

"Suamiku VN katanya kapalnya diserang bajak laut. Terus di menit dan jam yang sama saya kontek kembali, masih aktif hapenya cuma nda direspon mi. Selang beberapa jam nda aktif mi hapenya lagi," ujar Santi menceritakan komunikasi terputus dengan suaminya .

Tidak lama setelah kehilangan kontak, kata Santi, melalui sambungan video call yang sangat singkat suaminya sempat menceritakan kondisi terkini di lokasi penyanderaan .

"Cuma situasinya berubah-ubah, kadang kalau merasa terancam perompaknya, situasinya juga mempengaruhi keselamatan kru di atas kapal," tukas Santi menggambarkan dinamika psikologis yang dihadapi para sandera .

Di sela-sela tangis yang tak terbendung, Santi menyampaikan harapan besar agar pemerintah Indonesia bisa memberikan bantuan maksimal kepada suami dan seluruh kru kapal lainnya agar bisa pulang dengan selamat ke tanah air .

"Suamiku ini melaut sejak Januari, kapal tanker (dia bawa). Insyaallah rencananya dia bilang habis kontraknya bulan depan. Suamiku rencananya kalau pulang dari Somalia mau ajukan kepulangan," Santi menuturkan .

"Karena mau mi juga habis kontraknya. Yang saya tahu ini rutenya ke Somalia dari Oman. Dua kali mi ini ke Somalia, rute pertama lebih dekat dari yang sekarang," tambahnya menjelaskan rute pelayaran yang ditempuh suaminya .

Jika permintaan tebusan dari kelompok perompak tidak segera diindahkan oleh pemilik kapal atau pemerintah, kata Santi, mereka mengancam akan menghabisi nyawa para kru kapal termasuk suaminyanya .

"Iya, kemarin dulu dia sempat bilang katanya kalau tidak ditebus ini malam mau maki dieksekusi. Makanya saya dan mertuaku terpukul sekali," imbuh Santi mengungkapkan ancaman eksekusi yang diterima suaminya .

Kata Santi, para perompak tersebut meminta sejumlah uang tebusan yang nilainya masih belum diungkapkan secara gamblang kepada keluarga para sandera .

"Tebusannya saya kurang tahu berapa yang diminta perompaknya. Belum ada nilai yang disebut," jelas Santi mengakui keterbatasan informasinya tentang jumlah tebusan .

Mengingat situasi yang tidak menentu dan penuh ancaman itu, ia berharap pemerintah melalui kementerian terkait seperti Kementerian Luar Negeri bisa segera memberikan bantuan sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi .

"Sejauh ini belum ada. Belum juga (dapat kabar pihak kapal komunikasi dengan pemerintah). Harapannya saya dan keluarga, semoga secepatnya ini selesai, suamiku pulang dan kru yang lain juga pulang dengan selamat, sehat, tidak kurang satu apapun," tandas Santi mengakhiri pernyataan dengan doa yang tulus .

Untuk diketahui nama-nama kru Kapal Honour 25 asal Indonesia yang disandera dalam aksi pembajakan Kapal Tanker di Somalia adalah Ashari Samadikun (asal Gowa), Wahudinanto yang menjabat sebagai Chief Officer (asal Pemalang), Adi Faizal yang menjabat sebagai 3nd Officer (asal Bulukumba), dan Fiki Mutakin (asal Bogor) .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung