Repelita [Jakarta] - Pengamat politik Hendri Satrio melontarkan analisis terkait dugaan adanya skenario pengalihan isu melalui penangkapan sejumlah tersangka korupsi pasca-kritik terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Teddy belakangan ini menjadi sasaran kritik dari berbagai pihak, termasuk setelah merespons pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Hendri Satrio melalui akun media sosial X pribadinya pada Kamis (4/6/2026) melontarkan candaan sindiran mengenai kaitan antara kritik terhadap Seskab dengan operasi pemberantasan korupsi.
https://x.com/satriohendri/status/1797825000000000000
"Bila premisnya kelak terbukti, mari ganggu Mas Teddy terus-terusan. Sekali ganggu Teddy, empat calon koruptor ditangkap," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Menurut Hendri, segala langkah yang diambil Teddy sejatinya telah mendapatkan restu penuh dari Presiden Prabowo Subianto demi kemajuan bangsa.
"Dia melakukan yang pasti sudah direstui oleh Prabowo, begitu," ungkapnya.
Ia pun menyayangkan posisi Teddy yang dinilai kerap menjadi objek serangan politik ketika tengah berupaya maksimal menjalankan tugas negara.
"Digangguin sama Pak Amien Rais lah, ada yang menuduh ini lah, ada yang menuduh itu lah," kata Hendri mencontohkan gangguan yang sering menimpa Teddy.
Terkait rentetan penangkapan koruptor oleh Kejagung dan KPK yang berdekatan dengan polemik Seskab, Hendri menyatakan keterkaitan tersebut bisa saja menjadi strategi peredam isu.
Jika pola tersebut terbukti efektif, ia justru menyarankan agar Teddy terus dipicu kritiknya agar aparat penegak hukum lebih aktif menangkapi para pelaku rasuah.
"Kalau memang harus, ada hubungannya, lah, kalau Teddy digangguin, lalu, wah, ini koruptor harus ditangkapi supaya isu berubah, ya, sudah, gangguin Teddy saja," cetus Hendri.
Hendri meyakini bahwa Teddy sendiri tidak akan keberatan jika ia menjadi sasaran kritik asalkan hal tersebut bermuara pada penangkapan koruptor demi kepentingan Indonesia yang lebih luas.
"Gua rasa demi Indonesia, Mas Teddy oke-oke saja, tuh. Itu tadi, jadi, dia susah, dia kerja keras digangguin terus. Nah, mendingan kalau kita gangguin, terus koruptor ketangkap, ya, why not," tutupnya (*).
Editor: 91224 R-ID Elok