Repelita Jakarta - Warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Senin, 7 September 2026.
Kedatangan kelompok warga tersebut berkaitan erat dengan rekaman video pernyataan Abah Setu yang viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
Tayangan video itu memperlihatkan pimpinan majelis tersebut melontarkan kalimat kontroversial terkait Nabi Muhammad SAW.
Pernyataan tersebut sontak memicu keresahan publik karena dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk penghinaan terhadap nabi.
Dalam rekaman yang beredar luas, Abah Setu tampak mempertanyakan sosok Nabi Muhammad seraya menyinggung masalah syafaat.
Muhammad tuh mana sih? Orang Madinah itu jadi. Pantesan Hendro susah sekarang enggak dikasih syafaat. Wong dia dilempar batu saja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan saja enggak bisa nolong dia sendiri. Wong pamannya saja ditolongin enggak bisa, lagi hidup saja enggak bisa nolongin paman, ujar Abah Setu dalam video tersebut.
Situasi sempat memanas di lokasi majelis akibat reaksi spontan warga yang merespons isi ceramah kontroversial itu.
Tokoh yang bersangkutan diketahui bertindak sebagai pembimbing utama di Majelis Dzikir Nurul Hikam tersebut.
Selain itu, ia juga dikenal masyarakat luas sebagai Mursyid Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah wilayah Bekasi.
Pada bagian rekaman lain, ia tampak melanjutkan pembicaraan bersama seorang jemaah bernama Hendro.
Karena Muhammad yang dimaksud Allahu..., ujar Abah Setu dalam video tersebut melanjutkan uraiannya.
Konteks lengkap dari potongan ceramah itu kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat luas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok