Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Sesuai Prediksi Netizen Pidato Hari Lahir Pancasila Prabowo Tuai Kritik Warganet, Dinilai Berulang dan Tak Menjawab Keresahan Publik

Repelita.net

01 June 2026 16:02 WIB • 922 view

[HEBOH] Sesuai Prediksi Netizen Pidato Hari Lahir Pancasila Prabowo Tuai Kritik Warganet, Dinilai Berulang dan Tak Menjawab Keresahan Publik
Foto: Istimewa

[HEBOH] Sesuai Prediksi Netizen Pidato Hari Lahir Pancasila Prabowo Tuai Kritik Warganet, Dinilai Berulang dan Tak Menjawab Keresahan Publik

Repelita [Jakarta] - Pidato Presiden Prabowo dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, langsung memicu gelombang kritik dari warganet.

ADVERTISEMENT

Isi pidato tersebut dinilai publik tidak memberikan substansi baru dan dianggap sangat repetitif dibandingkan dengan pernyataan presiden dalam dua dekade terakhir.

Sebuah unggahan media sosial bahkan telah memprediksi poin-poin yang disampaikan sang presiden, mulai dari klaim sebagai bangsa besar, produsen kelapa sawit, hingga pengulangan narasi soal koperasi desa dan program makan gratis.

Kritik tajam pun membanjiri kolom komentar sebagai bentuk kekecewaan atas gaya komunikasi dan materi pidato yang dinilai klise.

Berikut adalah beberapa respons dari warganet atas isi pidato tersebut:

  • Warganet menyindir kondisi ekonomi dengan menyebut "Bangsa besar dan utang besar".
  • Terdapat pula komentar yang menyoroti kesenjangan pendapatan rakyat dengan menyatakan "Bangsa besar, gajinya kecil".
  • Salah satu netizen mengungkapkan kekecewaan mendalam dengan menyebut "Presiden paling hancur,bangsa besar rakyat kecil menderita pejabat cuan terus".
  • Kritik mengenai minimnya inovasi materi pidato dilontarkan dengan kalimat "Materinya itu2 aja dia gak punya bahan lain selain itu".
  • Seorang netizen menyoroti fenomena pidato rutin pasca-kunjungan luar negeri yang dianggap sekadar protokol kenegaraan tanpa menjawab keresahan publik.

Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara retorika resmi pemerintah dengan realitas kesejahteraan yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Publik berharap ada langkah nyata dan kebijakan yang lebih substantif daripada sekadar teriakan retorika yang berulang setiap tahunnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung