Berita, Timur Tengah

[HEBOH] Semengerian Apa Abu Azrael? Malaikat Maut yang Jadi Musuh Bebuyutan AS dan Momok Mengecutkan ISIS

Repelita.net

13 April 2026 18:20 WIB • 1,027 view

[HEBOH]  Semengerian Apa Abu Azrael? Malaikat Maut yang Jadi Musuh Bebuyutan AS dan Momok Mengecutkan ISIS
Foto: Istimewa

Repelita Baghdad - Sosok Abu Azrael yang dijuluki 'Malaikat Maut' atau 'Angel of Death' dikenal sebagai komandan milisi Irak yang menjadi momok menakutkan bagi musuh bebuyutan Amerika Serikat di Timur Tengah .

Pria bernama asli Ayoub Falih Hasan Al-Rubayie ini lahir di Kota Sadr, Irak, pada tahun 1978 dan merupakan mantan juara taekwondo serta dosen universitas sebelum terjun ke medan perang .

ADVERTISEMENT

Abu Azrael pertama kali mengangkat senjata bersama Tentara Mahdi pimpinan Muqtada al-Sadr yang berperang melawan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat selama Perang Irak pada tahun 2003 .

Ia kemudian menjadi komandan di Kataib al-Imam Ali, sebuah kelompok milisi Syiah Irak dari Pasukan Mobilisasi Populer yang memerangi ISIS .

Jargon khas yang menjadi mottonya adalah "Ella Tahin" yang secara harfiah berarti "menjadi debu" atau "menghancurkanmu sampai menjadi debu" .

Penampilannya sangat ikonik dengan kepala plontos, jenggot lebat, dan senjata khas berupa kapak besar serta pedang yang selalu dibawanya ke medan tempur .

Rumor yang beredar luas menyebut bahwa Abu Azrael telah menghabisi lebih dari 1.500 anggota ISIS dalam berbagai pertempuran .

Kengerian namanya tidak hanya dirasakan oleh ISIS tetapi juga oleh pasukan khusus Amerika Serikat yang disebut-sebut sangat menakuti sosok 'Malaikat Maut' ini .

Abu Azrael bukan sekadar tentara biasa di medan perang melainkan juga instrumen propaganda yang sangat efektif bagi kubu perlawanan terhadap AS .

Kehadirannya di media sosial melalui foto-foto ikonik dengan kapak dan pedang besar dirancang untuk menghancurkan mental musuh melalui teror psikologis .

Eksistensi Abu Azrael tidak lepas dari dukungan politik dan militer Teheran karena ia merupakan anggota inti milisi yang berafiliasi kuat dengan Iran .

Ia dikenal memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pernah menyebut protes di Iran sebagai proyek Zionis-Amerika .

Pada 2020, Abu Azrael terinfeksi Covid-19 dan dikabarkan mengalami kerusakan paru-paru akibat penyakit tersebut .

Meski ditakuti di medan perang, di luar tugas tempur ia digambarkan sebagai ayah dari lima anak yang menjalani kehidupan biasa dan tenang di rumah .

Pada Oktober 2019, ia sempat dipukuli hingga pingsan oleh warga Irak yang melakukan protes anti-pemerintah di Lapangan Tahrir, Bagdad .

Baru-baru ini Abu Azrael tiba di Teheran di tengah eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, terekam dalam video yang tersebar luas di media sosial sedang berbincang dengan warga setempat .

Kehadirannya di ibu kota Iran bersama anggota militernya menambah ketegangan di kawasan yang sudah memanas pasca kegagalan negosiasi damai di Islamabad .

Di balik kontroversi dan keganasannya, Abu Azrael telah menjadi ikon publik yang dicintai warga Irak dan Iran serta simbol perlawanan terhadap hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung