Berita, Ekonomi

[HEBOH] Rupiah Tembus Rekor Terlemah, Isu Perry Warjiyo Diganti Purbaya Menguat Usai Prabowo Pernah Tegur BI di Istana

Repelita.net

04 June 2026 23:49 WIB • 1,038 view

[HEBOH] Rupiah Tembus Rekor Terlemah, Isu Perry Warjiyo Diganti Purbaya Menguat Usai Prabowo Pernah Tegur BI di Istana
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Momentum anjloknya nilai tukar mata uang garuda hingga melewati level psikologis baru pada hari ini ternyata didahului oleh aksi teguran keras dari Presiden Prabowo Subianto kepada bos bank sentral Perry Warjiyo dalam sebuah pertemuan resmi di kompleks istana bulan lalu.

Ketika agenda dengar pendapat itu bergulir posisi mata uang domestik masih bertengger pada level belasan ribu per dolar AS di mana kepala negara mempertanyakan ketajaman instrumen moneter yang dieksekusi otoritas tertinggi keuangan dalam meredam volatilitas pasar global.

ADVERTISEMENT

Padahal jajaran dewan gubernur telah mengerahkan segenap bauran kebijakan makroprudensial mulai dari operasi pasar valuta asing secara masif hingga pengetatan regulasi transaksi valas tanpa komitmen penjaminan yang jelas demi memproteksi stabilitas ekonomi makro.

Pimpinan otoritas moneter tersebut kala itu meyakinkan kepala negara mengenai ketahanan instrumen yang dikelolanya berkat sokongan bantalan likuiditas internasional yang dinilai masih sangat aman.

"Cadangan devisa kami lebih, cukup untuk melakukan stabilisasi rupiah," kata Perry.

Guna memperketat ruang gerak spekulan korporasi bank sentral bahkan sempat merevisi regulasi batas atas kepemilikan mata uang asing bagi nasabah individu per bulannya.

Namun efektivitas kebijakan tersebut nyatanya gagal membendung arus keluar modal asing sehingga pergerakan nilai tukar domestik terus merosot tajam hingga menembus titik terendah baru.

Hantaman badai finansial ini seketika menyulut spekulasi pergantian tampuk kepemimpinan pada institusi independen tersebut di mana figur menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut menjadi kandidat kuat pengisi posisi baru.

Berdasarkan bocoran info dari kalangan internal rezim situasi keterpurukan mata uang nasional ini dinilai sangat sensitif karena berpotensi mendelegitimasi kredibilitas stabilitas ekonomi pemerintahan baru.

Sang bendahara negara dikabarkan menilai pola eksekusi intervensi yang dijalankan manajemen bank sentral saat ini terlampau lambat dan kurang agresif dalam merespons tekanan eksternal.

Purbaya juga sempat menyodorkan nama ekonom Thomas Djiwandono untuk menakhodai bank sentral namun opsi tersebut dieliminasi kepala negara guna menghindari sentimen negatif pasar terkait hubungan kekerabatan.

Kendati isu pergantian posisi dan kocok ulang kabinet memanas di ruang publik Purbaya Yudhi Sadewa secara tertulis langsung menepis rumor miring perihal pengunduran diri maupun pemberhentian atas dirinya.

"Enggak benar lah," hanya itu jawab Purbaya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (4/6/2026).(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung