Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] penggunaan anggaran BGN: Beli kaos kaki Rp6,9 miliar hingga motor listrik Rp1,2 triliun

Repelita.net

10 April 2026 17:54 WIB • 1,216 view

[HEBOH]  penggunaan anggaran BGN: Beli kaos kaki Rp6,9 miliar hingga motor listrik Rp1,2 triliun
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menggunakan anggaran kembali menjadi sorotan publik setelah pengadaan yang dinilai terlalu mengada-ngada dan menghamburkan uang negara terungkap.

Usai membeli puluhan ribu motor listrik dengan harga per unit hampir Rp50 juta, BGN juga menghabiskan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan kaos kaki.

ADVERTISEMENT

Di tengah ambisi besar program Makan Bergizi Gratis (MBG), perhatian publik justru tertuju pada komposisi anggaran BGN tahun 2025 yang dinilai tidak seimbang.

Alih-alih didominasi oleh belanja makanan sebagai inti program, data yang beredar menunjukkan porsi terbesar justru terserap untuk kebutuhan kendaraan dan penunjang lainnya.

Berdasarkan data tersebut, belanja kendaraan menjadi pos terbesar dengan nilai mencapai Rp1,39 triliun.

Dari angka itu, sekitar Rp1,2 triliun digunakan untuk pengadaan sepeda motor listrik melalui sistem e-Katalog 6.0.

Dua seri motor listrik yang tercatat antara lain JVH Max dengan harga Rp49,95 juta dan JVH GT seharga Rp48,84 juta per unit.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengklaim pengadaan ribuan motor listrik untuk kepala SPPG sudah disetujui Kementerian Keuangan.

Dadan menyatakan realisasi pengadaan motor listrik mencapai 21.801 unit dari rencana awal 25.644 unit dengan harga Rp42 juta per unit.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui detail pengadaan motor listrik tersebut.

"Tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor, tapi sekarang saya belum tahu, saya akan lihat lagi seperti apa. Ini gosip ya? Saya cek lagi," ujar Purbaya.

Di bawah belanja kendaraan, pos anggaran terbesar berikutnya adalah untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mencapai Rp1,26 triliun.

Sementara itu, belanja perangkat keras dan komputer juga menyedot anggaran signifikan yakni Rp830,1 miliar.

Di dalamnya termasuk pengadaan tablet senilai Rp508,4 miliar dengan harga e-katalog sekitar Rp17,93 juta per unit.

Tak hanya itu, anggaran untuk pakaian juga mencapai Rp623,3 miliar mencakup berbagai kebutuhan mulai dari seragam, sepatu, hingga aksesoris.

Salah satu yang paling mencolok adalah belanja kaos kaki yang mencapai Rp6,9 miliar dengan harga satuan bervariasi hingga Rp100.000 per pasang.

Anggaran untuk pelatihan dan sosialisasi juga tidak kecil, mencapai Rp464,6 miliar untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Yang paling menyita perhatian adalah alokasi untuk makanan yang seharusnya menjadi inti program justru berada di posisi paling kecil, yakni Rp242,8 miliar.

Hal ini memunculkan kritik tajam karena program yang berfokus pada pemenuhan gizi justru mengalokasikan dana lebih besar untuk aspek pendukung.

Komposisi anggaran ini membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang prioritas kebijakan BGN ke depan.

Polemik ini menjadi pengingat bahwa dalam program berskala besar, setiap rupiah harus dialokasikan secara tepat sasaran.

Tak heran sebagian pihak kini menilai BGN hanya menghambur-hamburkan uang yang diperoleh dari hasil pajak rakyat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung