Repelita [Jakarta] - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea tampak mengubah sikapnya setelah rentetan pernyataannya menuai kritik tajam di ruang publik.
Ia secara terbuka melayangkan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran pimpinan lembaga penegak hukum nasional.
ADVERTISEMENT
Langkah ini diambil setelah Hotman sebelumnya dianggap kurang tepat dalam membawa nama Presiden saat membela kliennya, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
"Apa pun yang saya ucapkan murni hanya dari aspek kepengacaraan. Tidak ada motivasi atau keterlibatan politik apa pun. Murni hanya skill sebagai pengacara yang tugasnya adalah berusaha melindungi kliennya secara hukum," kata Hotman.
Permintaan maaf tersebut juga ditujukan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri.
"Sekali lagi Bapak Presiden, sekali lagi Bapak Jaksa Agung, Bapak Kapolri, dan Bapak Kapolda Metro Jaya, sekali lagi Hotman minta maaf. Sekian dan terima kasih," ujar Hotman.
Kegaduhan bermula ketika Hotman dengan percaya diri menyebut Febrie merupakan sosok istimewa di mata Presiden atas prestasinya di Satgas PKH.
Kala itu, Hotman mengeklaim Febrie sukses menyelamatkan kerugian negara hingga Rp 430 triliun, sehingga ia mempertanyakan dasar hukum pemeriksaan tersebut.
"Febrie adalah Jampidsus yang dibanggakan Presiden Prabowo," ujar Hotman saat itu.
Klaim tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai upaya menggiring opini untuk menyeret wibawa Presiden ke dalam kasus hukum yang tengah membelit Febrie.
Kini, Hotman berharap permintaan maafnya dapat meredam segala spekulasi terkait keterlibatan pihak luar dalam proses peradilan yang sedang berlangsung. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok