Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Klaim Investasi Rp2.041 Triliun Mayor Teddy Dikuliti Netizen, Dana Asing Disebut Hanya 46,6 Persen, Istana Dituding Lakukan Pembohongan Publik

Repelita.net

04 June 2026 00:51 WIB • 1,164 view

[HEBOH] Klaim Investasi Rp2.041 Triliun Mayor Teddy Dikuliti Netizen, Dana Asing Disebut Hanya 46,6 Persen, Istana Dituding Lakukan Pembohongan Publik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang polemik di jagat maya mencuat pasca rilisnya pernyataan resmi dari Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya yang ditujukan kepada Dino Patti Djalal mengenai pencapaian target investasi nasional.

Pernyataan dari pejabat lingkaran istana tersebut seketika menjadi sorotan tajam netizen setelah rincian data finansial yang disajikan dinilai mengandung kekeliruan fatal.

ADVERTISEMENT

Akun media sosial Twitter atau X dengan nama pengguna @ommi_siregar mengunggah kritik terbuka yang menguliti keabsahan klaim perolehan dana dari kunjungan kerja luar negeri tersebut pada 3 Juni 2026.

"Waduh, klarifikasi Pak Seskab Mayor Teddy kpd Pak Dino berbuntut panjang! Data yg dipaparkan Pak Seskab dikuliti dan jreng jreng! Dari investasi 2041,3 T yg diclaim Teddy dihasilkan dari kunjungan Luar Negeri ternyata yg berasal dr pemodal asing hanya 900 triliun atau hanya 46,6% saja. Artinya sbgian besar bkn hasil kunjungan LN, shg ini pembohongan publik. Pertanyaanku: klo ini bener, knp segegabah itu tim Seskab menyajikan data, knp ga cross chek dl, ini kan mempermalukan Pak Seskab lho!" tulis @ommi_siregar.

Unggahan kritis dari pegiat media sosial tersebut langsung memicu banjir tanggapan serta diskusi interaktif dari kalangan pengguna platform digital lainnya.

Warganet dengan nama akun @ridwan_har menyampaikan respons bernada sarkasme mengenai penempatan figur pejabat publik di jajaran pemerintahan.

"Wk ..wk. . .salah satu awal bencana bagi negeri, dikasih jabatan kepada orang yang bukan ahlinya." cuit @ridwan_har.

Selanjutnya, tanggapan bernada sindiran mengenai tingkat fokus kerja dari sang Sekretaris Kabinet juga dilayangkan oleh pengguna akun @hjkuncoro.

"Harap maklum namanya jg mahasiswa yg nyambi jadi tentara dan seskab tentunya sibuk dan cape jadi mungkin kurang teliti dan akurat kalo ngomong, gt kira2 masuk dan aman ya" tulis @hjkuncoro.

Peringatan keras agar jajaran birokrat kepresidenan lebih berhati-hati dalam merilis indikator data berbasis angka kemudian disuarakan oleh akun @nurwantp.

"Saran buat TIW kalau bicara ANGKA harus lebih hati2 & jangan asal NJEPLAK. Dan untuk yang kesekian kalinya omongan TIW langsung di KO tanpa basa-basi." ujar @nurwantp.

Kekecewaan mendalam dari publik atas dugaan rekayasa capaian ekonomi tersebut turut diekspresikan secara lugas melalui tulisan akun @latarterkemban4.

"Alhamdulillah, Dengan Izin ALLAH Tipu Menipu Seskab TERBONGKAR." ungkap @latarterkemban4.

Opini mengenai minimnya sensitivitas masyarakat awam terhadap pola pembodohan informasi publik dilontarkan secara singkat oleh akun @encesutisna.

"Karena dia tahu rakyat kita kebanyakan tak merasa dibodohi." kata @encesutisna.

Di sisi lain, respons bernada kelakar mengenai alternatif aktivitas aman bagi sang pejabat militer dituliskan oleh pengguna akun @MagnaSatria.

"Udah bener mending posting brenang jam 5.00 pagi aja selain lebih aman juga lebih seger kan hayooo seger banget itu yaa hayoo?" tulis @MagnaSatria.

Respons singkat yang mengekspresikan keterkejutan atas dinamika perdebatan politik praktis ini juga datang dari pengguna akun @dul_kangidul.

"Omaigot, si Boti ngèwès...." cuit @dul_kangidul.

Selain membedah data, netizen juga menyuarakan gerakan pengawalan agar isu miring investasi ini tidak teralihkan oleh rentetan kasus hukum korupsi eks Kepala BGN.

"Jangan sampe isu ini tenggelem dengan isu dicopot dan ditangkapnya Dadan Cs. Viralkan terus!" tegas akun @bangherwin.

Sentimen serupa mengenai eskalasi kegaduhan opini publik di platform digital pasca rilisnya rincian investasi tersebut ditutup oleh ulasan akun @WongAlasRoban.

"Tambah ramai" tulis @WongAlasRoban.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung