Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Kasus BYD Seal Premium Akbar Faizal Berakhir Damai, Mobil Oleng dan Joget Jadi Sorotan

Repelita.net

15 April 2026 22:23 WIB • 1,119 view

[HEBOH] Kasus BYD Seal Premium Akbar Faizal Berakhir Damai, Mobil Oleng dan Joget Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kasus keluhan terhadap mobil BYD Seal Premium milik politisi Akbar Faizal akhirnya menemukan titik terang setelah pihak BYD Indonesia memastikan persoalan tersebut diselesaikan secara damai melalui komunikasi intensif dengan seluruh pihak terkait.

Head of PR and Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan proses penyelesaian melibatkan konsumen, dealer, perusahaan asuransi, hingga pihak leasing dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka sebagai kunci utama.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan update terakhir diler telah melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait termasuk konsumen secara langsung. Kami mengapresiasi atas keterbukaan semua pihak dalam proses tersebut, sehingga kini telah mencapai penyelesaian secara baik dan damai antara konsumen, dealer, asuransi dan leasing," ujar Luther kepada kumparan pada Selasa, 14 April 2026.

Luther menambahkan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan dengan memperkuat respons terhadap setiap keluhan konsumen.

"kami juga akan terus mendorong dealer untuk mengedepankan respon yang cepat dan penanganan yang optimal dalam setiap keluhan konsumen," tegasnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah Akbar Faizal mengungkapkan keluhan melalui media sosial pribadinya bahwa mobil listrik yang dibelinya pada Desember 2025 mengalami masalah oleng dan joget saat dikendarai.

"Saya membeli BYD Seal Premium di Sudirman. Desember 2025, mobil bermasalah karena oleng dan joget saat dikendarai," tulis Akbar di akun Instagram pribadinya.

Masalah tersebut disebut tidak kunjung terselesaikan dalam waktu lama karena terjadi kesalahan analisa yang membuat kondisi kendaraan semakin memburuk.

"Dua bulan mobil saya tidak jelas nasibnya, dan ternyata mereka salah analisa, sehingga kerusakan semakin parah," ujarnya.

Persoalan semakin kompleks ketika pembayaran kredit ikut terdampak akibat kondisi mobil yang belum jelas, sehingga Akbar mengaku sempat menghentikan pembayaran dan mendapat tekanan dari pihak leasing.

"April saya tidak bayar karena mobil tak jelas, dan mereka menelepon seperti orang gila menggunakan puluhan nomor dan saya abaikan," ujarnya.

Akbar kemudian melayangkan somasi kepada sejumlah pihak termasuk perusahaan pembiayaan Clipan Finance dan Asuransi MAG, serta sempat menyinggung peran Otoritas Jasa Keuangan dalam mengawasi kasus tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung