Repelita Jakarta - Fenomena warga negara yang memilih berobat ke luar negeri demi mendapatkan standar pelayanan kesehatan optimal kembali memicu diskusi luas.
Realitas menarik mengenai kualitas tenaga medis tanah air diungkapkan secara mendalam oleh akun @dr.marbun_spog empat belas jam yang lalu.
ADVERTISEMENT
Ironisnya, banyak yang terbang ke luar negeri demi pelayanan medis terbaik, namun berujung ditangani oleh dokter spesialis lulusan universitas di Indonesia.
Fakta ini adalah bukti bahwa kompetensi dokter kita sejatinya sangat mumpuni.
Jika kenyamanan pasien dirasa jauh berbeda, maka yang perlu dievaluasi secara serius adalah SISTEM KESEHATANNYA, bukan meragukan kualitas tenaga medisnya.
Pernyataan reflektif tersebut langsung memancing beragam tanggapan dari para profesional kesehatan serta warganet yang membagikan pengalaman serupa.
Kisah nyata mengenai rekan kuliah asal negeri jiran yang kini menjadi dokter spesialis terkemuka dibagikan oleh akun @sultanhasanuddin.irl.
Teman angkatan saya asal malaysia dulu kuliah s1 di UNHAS Sekarang dia salah satu top dokter bedah saraf di malaysia
Kenangan masa lalu saat banyak mahasiswa asing menempuh studi kedokteran di Makassar ditambahkan secara nostalgik oleh akun @indirasarasw.
Dulu 2012 banyak banget anak malaysia yg kuliah di kedok unhas klo pagi pake baju gamis” malaysia jalan dr rusunawa ke fak kedok, skrng gaktau apa masih ggak :(
Persoalan mendasar mengenai kesejahteraan tenaga medis yang memicu migrasi tenaga ahli ke negeri tetangga disoroti oleh akun @pentyendah.
Berarti sistem kesehatan di indonesia yg kurang menghargai dokter&nakes lain sehingga banyak yg kerja di rs malaysia
Pengalaman interaksi akademik dengan mahasiswa asing yang kagum pada variasi kasus penyakit di Indonesia disampaikan oleh akun @dr.anisa_ch.
Angkatan ku di UNS 2006 ada kurleb 10 orang dari Malaysia sampe kami lulus dokter bareng dok , ..
pas dlu kuliah mrk heran di Indo paling seneng krn banyak belajar kasus penyakit yg gk didapet di Malaysia katanya like TBC , ANTRAX saat itu
Kritik kritis atas tingginya angka kasus penyakit yang justru dihubungkan dengan kelemahan program pencegahan disampaikan oleh akun @crimsonruach.
Hah? 🤣🤣🤣 jadi para dokter itu pinter karena bisa melihat langsung kasusnya, data dan sumber jelas.
Sementara ada penyakit itu pun karena program kesehatan yg gak optimal.
Wkwkwk..
Perdebatan konstruktif ini memperlihatkan bahwa akar permasalahan dunia kedokteran nasional terletak pada tata kelola sistem dan fasilitas pendukung, bukan pada kemampuan individunya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads
View on Threads