Repelita Jakarta - Akun media sosial 飞 #1312 @itsquaileggs pada 12 Mei 2026 melontarkan kritik pedas terhadap fenomena politik nasional yang menurutnya telah berulang kali mengecewakan masyarakat.
“Terbukti 10thn ditipu mulyono bukannya sadar malah lanjut part 2 milih anak belernya dan monokotil narsistik yg pikirannya berhenti di tahun 90an,” tulis akun tersebut sebagai bentuk kekecewaan.
ADVERTISEMENT
Cuitan ini menjadi bagian dari diskusi hangat di platform X yang menyoroti dinamika politik pasca pemilu dan keputusan masyarakat dalam memilih pemimpin.
Akun Jejak digital. @ARSIPAJA turut mengomentari dengan sindiran tajam terkait situasi yang terus berulang tanpa ada pembelajaran berarti dari masa lalu.
Sementara itu, akun Yanto Kates @andrawimbara menulis, “Itu juga nomer 1 nya ngasal, aslinya dibodohi lagi 😹😹😹😹” merujuk pada ketidakpuasan terhadap kebijakan yang diambil.
Honest Persija Fan @psis_semarangg justru melontarkan pertanyaan retoris, “berarti 2014 sama 2019 harus milih prabowo atau gimana nih wkwk” yang menunjukkan kebingungan akan pilihan politik yang tersedia.
Akun mahalifi @Mahalifi dengan tegas menulis, “Megawati aja sadar masa elu elu kagak 🤣” membandingkan tingkat kesadaran elit politik dengan masyarakat biasa.
Great_white_fleet @great_fleet dalam akun parodinya menulis, “wkwkwk ini pasti ntar ngelesnya "masih ada yg lebih parah"” sebagai kritik terhadap pola pembelaan yang kerap muncul.
Akun ed san @ed__san menyebut, “Terutaman kaum 16 dan 24% yg paling mudah di bodohi” merujuk pada segmen pemilih tertentu yang dinilai rentan terhadap informasi yang tidak akurat.
Ritzhy @Ritzhy1 menulis dengan nada lebih keras, “Mayoritas lho n itu yg banyak meratap di tembok ratapan solo apalagi..anjing2 goblok islamphobia swmua isinya” sebagai ungkapan kekesalan terhadap kelompok tertentu.
Akun Elephant @ManElephan57654 hanya menulis emotikon tertawa “🤪🤪🤪” tanpa komentar panjang.
Nonelse @Nonelse1610 mempertanyakan, “Kenapa ga ngaca yak, malah pada nyalahin atas” mengkritik kecenderungan masyarakat yang selalu menyalahkan penguasa tanpa introspeksi diri.
Woopwoop @luckterus menulis singkat, “kyk warga x mudah di bodohi wkkw” merujuk pada karakteristik pemilih dari suatu daerah.
Akun 🧉 @gigisemuttt mengaku, “Kirain nomor 1 bjirr” menunjukkan keterkejutannya atas fakta yang terungkap.
Ucup escobar @ucup_escobar dengan tegas menyebut, “Nomer 1 negara paling sampah” sebagai bentuk kekecewaan ekstrem terhadap kondisi bangsa.
Sementara akun Zlossy @Zlxssy hanya menuliskan emotikon “💯” sebagai tanda setuju dengan keseluruhan sentimen yang berkembang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Terbukti 10thn ditipu mulyono bukannya sadar malah lanjut part 2 milih anak belernya dan monokotil narsistik yg pikirannya berhenti di tahun 90an. https://t.co/Yye5lR0OAS
— 飞 #1312 (@itsquaileggs) May 12, 2026