Repelita Jakarta - Sebuah tayangan ulasan politik hukum yang diunggah oleh kanal YouTube Hersubeno Point menampilkan analisis mendalam dari jurnalis senior Hersubeno Arief mengenai perseteruan terbuka terkait aturan pemilu.
Dalam video di kanal YouTube Hersubeno Point tersebut, dibahas mengenai momentum panas saat mantan Ketua KPU Hasyim Asy'ari melakukan serangan balik secara terbuka.
ADVERTISEMENT
Hasyim Asy'ari secara lantang memperingatkan Hakim MK Arsul Sani serta mantan Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia agar tidak bersikap munafik.
Menurut penuturan Hasyim Asy'ari di kanal YouTube Hersubeno Point, dirinya menyentil sikap kedua tokoh tersebut yang dinilai berpura-pura tidak mengetahui aturan pemilu yang disahkan.
Ia menegaskan dalam siaran kanal YouTube Hersubeno Point bahwa rumusan pengecualian berkas ijazah pada pasal 18 ayat 3 PKPU Nomor 19 Tahun 2023 dibahas dan ditandatangani bersama.
Melalui ulasan di kanal YouTube Hersubeno Point, Hersubeno Arief menceritakan sindiran Hasyim Asy'ari yang membayangkan momen saat mereka berdua dipertanyakan oleh malaikat Munkar dan Nakir.
Hasyim Asy'ari menyatakan bahwa lupa terhadap suatu peristiwa rapat koordinasi hukum adalah hal wajar namun menjadi munafik sangat dilarang.
Sindiran tajam mengenai pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir itu ia layangkan sebagai balasan atas cecaran yang sebelumnya ia terima dari Arsul Sani dalam persidangan Mahkamah Konstitusi.
Di sisi lain, tayangan kanal YouTube Hersubeno Point memaparkan bahwa Ahmad Doli Kurnia membantah keras tuduhan tersebut dan mengaku sedang mengumpulkan data tandingan.
Ahmad Doli Kurnia bersikeras bahwa dalam ingatan serta catatan formal miliknya, butir norma pengecualian administrasi untuk Gibran Rakabuming Raka tersebut sejatinya tidak pernah ada.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok