Berita, Viral Sosmed

Habib Bahar Telepon Hercules Dan Tegaskan Siap Kawal Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Pejompongan

Repelita.net

02 September 2026 00:07 WIB • 591 view

Habib Bahar Telepon Hercules Dan Tegaskan Siap Kawal Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Pejompongan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh agama kenamaan menyampaikan pengakuan terbuka bahwa dirinya telah berkomunikasi secara langsung dengan pemimpin kelompok kemasyarakatan terkait insiden kekerasan di ibukota.

Percakapan telepon tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan atas dugaan keterlibatan anggota organisasi tertentu dalam peristiwa pengeroyokan di Pejompongan yang terjadi pada tanggal 27 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu disampaikan di hadapan jemaah ceramahnya yang rekaman videonya disiarkan melalui saluran YouTube Fakta News dan diunggah pada hari Minggu, 30 Agustus 2026.

Pendakwah tersebut secara tegas menuntut agar penegak hukum segera menangkap seluruh pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Siapapun, mau anggota GRIB, mau anggota polisi, intel pokoknya yang terlibat penganiayaan pada saudara kita wajib diusut tuntas

Sikap perlawanan terhadap segala bentuk aksi premanisme ditekankan tanpa rasa gentar terhadap kekuatan kelompok manapun di tengah masyarakat.

Saya sampaikan kepada kalian semua, omas GRIB ataupun ormas-ormas apapun itu siapa-pun kalian, mau preman manapun, mau ormas manapun kalian jadi satu, demi Allah jari kelingking saya tidak akan gemetar

Komunikasi verbal yang telah dijalin dengan pimpinan ormas bersangkutan membuahkan keterangan bahwa tidak ada anggotanya yang beroperasi di wilayah tempat kejadian perkara.

Tadi saya telepon Hercules.

Hercules bilang, bib tidak ada anak buah saya yang di Pejompongan kami cuma batas Slipi aja bib, katanya.

Katanya begitu

Desakan pengusutan secara menyeluruh terus disuarakan agar para pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang warga sipil bernama Bambang Setiawan serta melukai remaja bernama Faturohman segera diadili.

Kecaman keras juga diarahkan kepada kelompok yang dituding bertindak sewenang-wenang dan menjadi pelindung bagi kepentingan pihak berkuasa.

Ormas-ormas itu GRIB maupun PWI harus ditangkap, nggak ada urusan.

Adu domba rakyat, biadab.

Mereka kan jadi penjilat-penjilat pejabat.

Jadi penjaga, pelindung pejabat.

Makanya mereka semene-mena kepada rakyat, biadab, kurang ajar

Pernyataan keras tersebut memicu reaksi luas di ruang digital, termasuk kemunculan komentar dukungan tak terduga dari tokoh perempuan yang selama ini dikenal berada di kubu berseberangan.

Kl ini gw setuju sama ente bib

Keluarga besar korban hingga kini masih menantikan keadilan hukum atas tragedi berdarah yang merenggut nyawa pencari nafkah keluarga di sela-sela aksi demonstrasi lalu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung