Berita, Nasional

Guru Besar Unair Rahma Gafmi Ungkap Sektor Bisnis Paling Terdampak Pelemahan Rupiah yang Tembus Rp18 Ribu per Dollar AS

Repelita.net

05 June 2026 21:40 WIB • 664 view

Guru Besar Unair Rahma Gafmi Ungkap Sektor Bisnis Paling Terdampak Pelemahan Rupiah yang Tembus Rp18 Ribu per Dollar AS
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang kenaikan harga kebutuhan pokok kembali menghantam Pasar Tradisional Bersehati, Kota Manado, yang membuat masyarakat resah.

Komoditas cabai rawit menjadi penyumbang lonjakan paling tajam, di mana harganya kini menyentuh angka Rp110 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT

Padahal, hanya dalam kurun waktu dua hari sebelumnya, harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Selain itu, bawang merah turut mengalami kenaikan drastis dari yang sebelumnya Rp60 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram.

Gangguan cuaca buruk serta terbatasnya distribusi dari daerah penghasil menjadi pemicu utama melambungnya harga komoditas pangan tersebut.

Tak hanya bahan dapur, harga minyak goreng curah juga bergerak naik menjadi Rp20.000 per liter, dari harga sebelumnya yang hanya Rp19.000 per liter.

Di sisi lain, situasi ekonomi nasional semakin tertekan seiring pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang telah menembus level Rp18 ribu.

Kondisi ekonomi makro ini memicu kekhawatiran serius mengenai dampaknya bagi keberlangsungan sektor dunia usaha di tanah air.

Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, mengungkapkan pandangannya mengenai sektor-sektor yang paling terdampak oleh pelemahan mata uang Rupiah.

Menurutnya, tekanan nilai tukar ini menciptakan tantangan berat bagi berbagai lini usaha yang sangat bergantung pada bahan baku impor. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung