Repelita [Jakarta] - Solidaritas terhadap perjuangan mahasiswa kini menguat setelah puluhan ilmuwan serta intelektual menyatakan sikap dukungan penuh terhadap gerakan mahasiswa di tanah air.
Langkah ini diambil menyusul adanya kekhawatiran atas meningkatnya tekanan, penggembosan, serta upaya pembungkaman suara kritis yang dialami aktivis mahasiswa belakangan ini.
ADVERTISEMENT
Melalui pernyataan bersama pada Sabtu (27/6), para guru besar menegaskan bahwa kebebasan dalam berpendapat merupakan hak konstitusional yang wajib dijaga bersama.
Kami mengecam keras segala bentuk penggembosan dan intimidasi terhadap siswa.
Kebebasan berekspresi dan berorganisasi adalah hak asasi yang dilindungi konstitusi, bunyi pernyataan resmi tersebut.
Para sejarawan menilai bahwa peran pelajar sangat penting sebagai pengawal demokrasi dan penjaga keadilan bagi rakyat yang sering terabaikan.
Mereka mendesak pemerintah dan pimpinan perguruan tinggi untuk segera menghentikan segala bentuk represifitas yang menghambat partisipasi publik.
Kami juga mengingatkan bahwa peran intelektual tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga di arena publik.
Sebagai kaum terdidik, kami memiliki tanggung jawab moral untuk membela kebenaran dan keadilan.
Oleh karena itu, kami menyatakan dukungan penuh kepada gerakan mahasiswa dan akan terus bersolidaritas dalam memperjuangkan cita-cita pendiri bangsa yang berlandaskan kemanusiaan dan keadilan sosial, tegas mereka dalam pernyataan tertulis.
Sebanyak 64 tokoh yang terdiri dari dosen, peneliti, dan aktivis kemanusiaan tercatat memberikan tanda tangan sebagai bentuk komitmen perjuangan.
Beberapa tokoh intelektual seperti Usman Hamid, Bivitri Susanti, Feri Amsari, hingga Saiful Mujani ikut serta dalam barisan penyataan tersebut.
Sulistyowati Irianto dan Manneke Budiman ditunjuk sebagai penanggung jawab utama dalam mengoordinasikan pernyataan sikap ini guna memastikan gerakan siswa tetap mendapat dukungan luas. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok