Repelita Jakarta - Kader PDI Perjuangan, Guntur Romli, mengkritik tajam lawatan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri yang dinilainya tidak peka terhadap kekhawatiran publik di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang membayangi stabilitas ekonomi nasional.
Dalam unggahannya di akun X pada Senin (30/3/2026), Guntur menyoroti bahwa Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Minggu (29/3/2026) pukul 10.35 WIB untuk melakukan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
“Tidak peduli dengan kritik dari publik, terkait presiden pemecah rekor pelesiran keluar negeri, Presiden Prabowo tetap melanjutkan kunjungan keluar negeri, ke Jepang dan Korea Selatan,” kata Guntur dalam cuitannya.
Ia membeberkan bahwa kunjungan tersebut nyaris menjadi yang ke-50 kalinya sejak Prabowo dilantik 17 bulan lalu, dengan total waktu yang dihabiskan di luar negeri mencapai hampir empat bulan.
“Kalau kita membaca data, kunjungan ini hampir yang ke-50 kali, sejak Presiden Prabowo dilantik 17 bulan lalu, hampir 4 bulan Presiden Prabowo menghabiskan waktunya di luar negeri, dibanding di dalam negeri,” papar Guntur.
Guntur juga menyoal pilihan destinasi Jepang dan Korea Selatan di saat publik tengah diliputi kekhawatiran terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.
“Padahal yang menjadi kekhawatiran publik di Indonesia, adalah konflik yang ada di Timur Tengah, dan dampaknya pada kenaikan harga minyak dunia, terhadap beban fiskal kita, dan dua kapal tanker Pertamina yang belum meloloskan diri dari Selat Hormuz,” terangnya.
Ia menyebut bahwa Presiden Prabowo seolah mengalami ketulian prioritas karena tidak merespons keluhan publik yang justru membutuhkan perhatian serius di tengah situasi geopolitik yang memanas.
“Tapi kenapa, kunjungan yang diprioritaskan malah ke Jepang dan Korea Selatan. Ada yang beranggapan, bahwa Presiden Prabowo mengalami ketulian prioritas, apa yang jadi keluhan publik tidak dijawab, ibaratnya ada keluhan di kepala, dengkulnya yang digaruk,” pungkas Guntur.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membela kunjungan tersebut dengan menyebut bahwa agenda ke luar negeri merupakan kegiatan penting yang telah dijadwalkan.
“Salah satunya adalah Presiden Prabowo akan melakukan state call kepada Kaisar Jepang Naruhito,” kata Teddy dalam pernyataannya pada Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan bahwa Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Palace, Tokyo, untuk membahas sejumlah peluang kerja sama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital.
Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan di Jepang, Presiden Prabowo dan rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Korea Selatan untuk melaksanakan kunjungan berikutnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok