Repelita Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Mohamad Guntur Romli melontarkan kritik pedas terkait polemik latar belakang pendidikan luar negeri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kritik tajam tersebut menyoroti dugaan adanya standar ganda dalam memperlakukan dokumen pendidikan asing yang disandingkan dengan aturan sistem persekolahan resmi di tanah air.
ADVERTISEMENT
Sorotan itu disampaikan Guntur Romli melalui akun media sosial pribadinya pada hari Minggu, 4 Oktober 2026, untuk merespons perdebatan publik yang kian memanas.
Ia menilai ada ketidakkonsistenan dalam cara pandang berbagai pihak ketika menilai keabsahan serta durasi proses belajar mengajar di institusi pendidikan negara Singapura.
Menurutnya, standar penilaian yang diterapkan pada kasus pejabat tinggi negara tersebut kerap kali melonggarkan batasan normatif yang semestinya ditegakkan secara adil.
Pernyataan terbuka dari politikus sekaligus pegiat media sosial tersebut sontak memantik perbincangan luas di tengah masyarakat mengenai transparansi syarat administratif pemilu.
Polemik mengenai keabsahan dokumen kelulusan luar negeri itu sendiri saat ini memang tengah bergulir dalam proses persidangan pemeriksaan sengketa di Mahkamah Konstitusi.
Berbagai tanggapan dari para tokoh politik terus bermunculan seiring dengan terungkapnya fakta-fakta persidangan terkait durasi belajar serta proses penyetaraan ijazah. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok