Berita, Nasional

Gerindra Ungkap Prabowo Pilih Gibran Tanpa Cawe-Cawe Jokowi, Sebut Jokowi Lima Kali Minta Dipikirkan

Repelita.net

31 July 2026 22:56 WIB • 3,551 view

Gerindra Ungkap Prabowo Pilih Gibran Tanpa Cawe-Cawe Jokowi, Sebut Jokowi Lima Kali Minta Dipikirkan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pimpinan harian partai politik pengusung pemerintah membeberkan fakta di balik terpilihnya Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Prabowo Subianto pada ajang kontestasi pemilihan presiden lalu.

Langkah penunjukan tersebut ditegaskan murni lahir dari inisiatif pribadi sang kepala negara tanpa ada unsur intervensi dari Joko Widodo selaku presiden terdahulu.

ADVERTISEMENT

Komunikasi memang sempat dijalin untuk menyampaikan rencana pencalonan tersebut, namun penguasa masa lalu itu tidak pernah memberikan arahan pemaksaan.

Petinggi partai tersebut sekaligus meluruskan rumor keliru yang sempat beredar luas di tengah publik mengenai frekuensi pertemuan konsultasi politik.

"Yang benar lima kali. Sebenarnya lima kali itu juga jawaban Pak Jokowi sama," kata Dasco pada hari Jumat tanggal 31 Juli tahun 2026.

Setiap kali opsi itu diajukan, presiden ketujuh tersebut justru meminta agar rencana itu dipikirkan secara masak guna menghindari tudingan ikut campur.

"Pertama, Pak Prabowo, pikir dulu. Apakah ini bagus atau enggak, nanti dikira saya ikut campur. Itu selalu jawabannya," ujar Dasco.

Bahkan pada sesi perbincangan penghujung, respons serupa tetap ditunjukkan tanpa ada restu mutlak yang diberikan secara langsung.

Kepala negara saat itu justru menyarankan agar pembicaraan terkait kelanjutan pinangan tersebut langsung ditujukan kepada sang putra sulung.

"Jawaban yang terakhir, ya kalau ngomongnya begitu, tanya sama anaknya," ucapnya.

Proses penentuan figur wakil presiden dipastikan merupakan kewenangan penuh yang berada di tangan Prabowo Subianto selaku pemimpin koalisi.

Segala bentuk spekulasi mengenai adanya praktik cawe-cawe dari lingkaran kekuasaan sebelumnya secara tegas dibantah.

"Jadi enggak ada, benarnya saya jujur, enggak ada kemudian cawe-cawe-nya Pak Jokowi," katanya.

Tim pemenangan internal bersama jajaran teras partai hanya bertugas merumuskan kalkulasi elektoral secara rasional sebagai bahan telaah.

Seluruh rumusan perhitungan perolehan suara tersebut diserahkan kepada pimpinan koalisi untuk kemudian diputuskan secara mandiri.

"Kita kemudian bikin formulanya, kemudian kita sajikan kepada Pak Prabowo, hitung-hitungannya begini, ya sudah. Alhamdulillah diterima," ujarnya.

Pernyataan serupa sebelumnya pernah disampaikan secara langsung oleh pemimpin tertinggi eksekutif yang menegaskan tanggung jawab penuh atas pilihannya.

Tudingan miring mengenai praktik politik dinasti yang dialamatkan kepada mereka ditepis melalui argumen kesetaraan hak konstitusional setiap warga negara.

"Saya yang pilih, saya yang minta, saya yang memilih," kata Prabowo.

Pertimbangan objektif terkait kontribusi politik menjadi dasar utama pemilihan tanpa melihat latar belakang hubungan kekerabatan keluarga.

Diskursus mengenai dinamika politik masa lalu tersebut terus bergulir di tengah masyarakat seiring berjalannya roda pemerintahan yang baru.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung