Berita, Nasional

[GERAM] Adian Napitupulu Sorot Kebijakan ASN Tak Konsisten: CPNS Tak Dibuka, PPPK Dirumahkan, Koperasi Rekrut 30.000

Repelita.net

28 March 2026 01:51 WIB • 1,453 view

[GERAM] Adian Napitupulu Sorot Kebijakan ASN Tak Konsisten: CPNS Tak Dibuka, PPPK Dirumahkan, Koperasi Rekrut 30.000
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kebijakan rekrutmen aparatur sipil negara atau ASN yang dinilai tidak konsisten tengah menjadi sorotan tajam di kalangan masyarakat dan memicu kegaduhan terkait arah kebijakan ketenagakerjaan pemerintah.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Adian Napitupulu, mengunggah pernyataan di media sosial yang menyoroti situasi di mana penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tidak dibuka, sementara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja justru dirumahkan.

ADVERTISEMENT

CPNS tidak dibuka, PPPK dirumahkan, tetapi pegawai Satuan Pendidikan Percepatan Gerakan atau SPPG dijadikan PPPK, dan koperasi membuka rekrutmen 30.000 orang, demikian pernyataan Adian dalam unggahan yang langsung memicu perdebatan luas di kalangan warganet.

Kalau masih bisa waras, kamu hebat, demikian sindiran tajam yang disampaikan Adian Napitupulu menggambarkan betapa membingungkannya kebijakan rekrutmen tenaga kerja nasional saat ini.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang arah kebijakan ketenagakerjaan pemerintah karena di satu sisi penerimaan CPNS tidak dibuka pada periode tertentu, sementara PPPK yang sudah ada justru dirumahkan atau tidak diperpanjang kontraknya.

Di sisi lain, terdapat kebijakan pengangkatan pegawai tertentu menjadi PPPK dan pembukaan rekrutmen besar-besaran di sektor koperasi yang mencapai angka 30.000 orang.

Fenomena ini menimbulkan kesan ketidaksinkronan dalam kebijakan rekrutmen tenaga kerja nasional yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi para pencari kerja dan tenaga honorer yang selama ini mengabdi.

Unggahan Adian Napitupulu mencerminkan keresahan masyarakat yang merasa kebijakan pemerintah tidak transparan dan kurang konsisten, dengan banyak warganet yang mempertanyakan kejelasan prioritas pemerintah.

Kondisi ini membuat banyak pencari kerja merasa bingung dan frustrasi karena tidak ada kepastian apakah mereka akan mendapatkan kesempatan menjadi ASN atau harus beralih ke sektor lain.

Rekrutmen 30.000 karyawan di sektor koperasi merah putih menjadi salah satu fokus perhatian publik, karena meskipun langkah ini dinilai positif dalam membuka lapangan kerja, masyarakat mempertanyakan mengapa rekrutmen besar tetap berjalan sementara sektor ASN dibatasi.

Status dan jaminan kerja bagi para pekerja baru di sektor koperasi juga menjadi pertanyaan penting yang belum terjawab dengan jelas oleh pemerintah terkait perlindungan ketenagakerjaan mereka.

Jika kebijakan ini terus berlanjut tanpa adanya kejelasan dan konsistensi, dampak negatif yang mungkin terjadi antara lain ketidakpastian karier ASN, menurunnya kepercayaan publik terhadap sistem rekrutmen, serta perpindahan minat kerja ke sektor non-pemerintah.

Potensi meningkatnya pengangguran terselubung juga menjadi ancaman serius jika kebijakan yang tidak sinkron ini tidak segera mendapatkan kejelasan dari pemerintah pusat.

Adian Napitupulu menegaskan bahwa kebijakan publik harus konsisten, transparan, dan berpihak pada kepastian tenaga kerja, serta pentingnya pemerintah memberikan kejelasan agar kebingungan publik tidak semakin meluas.

Tanpa itu, kebingungan publik akan terus meningkat, dan seperti yang disindir dalam unggahan tersebut, hanya orang super waras yang mampu memahami situasi ini, demikian pernyataan Adian menutup kritiknya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung