Berita, Timur Tengah

Gencatan Senjata AS - Iran Jadi Sorotan Dunia, Selat Hormuz Kembali Membara, Ekonomi Global Terancam?

Repelita.net

10 April 2026 20:38 WIB • 968 view

Gencatan Senjata AS - Iran Jadi Sorotan Dunia, Selat Hormuz Kembali Membara, Ekonomi Global Terancam?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran justru menjadi sorotan dunia karena ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas sehingga ekonomi global terancam terdampak.

Iran yang sebelumnya telah membuka kawasan tersebut untuk pelayaran internasional kembali menutupnya secara sepihak pada Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

Langkah penutupan kembali jalur pelayaran minyak ini langsung mengguncang distribusi energi global dan memicu lonjakan harga minyak di pasar internasional.

Publik pun mulai mempertanyakan fungsi gencatan senjata antara AS dan Iran yang sebelumnya digembar-gemborkan sebagai terobosan diplomatik.

Penutupan ini mencuat setelah sebuah kantor berita Iran melaporkan bahwa lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz kembali dihentikan beberapa jam setelah kapal tanker pertama diizinkan lewat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, keputusan Iran menutup kembali Selat Hormuz tidak terlepas dari meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon.

Serangan militer Israel yang menyasar wilayah sipil dan kawasan komersial di Beirut dilaporkan menewaskan ratusan orang dari kalangan warga tak berdosa.

Pemerintah Israel di bawah Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer tersebut merupakan langkah untuk menekan ancaman Hizbullah.

Namun Teheran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati bersama AS.

Iran juga menegaskan bahwa Lebanon merupakan bagian dari satu front konflik yang tidak dapat dipisahkan dari dinamika regional.

Karenanya, serangan Israel yang terus berlanjut dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap komitmen damai yang telah disepakati bersama.

Meskipun telah melakukan gencatan senjata, Iran tetap memberikan ultimatum tegas kepada AS antara memilih gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel.

"Syarat-syarat gencatan senjata antara AS-Iran jelas dan eksplisit, Amerika harus memilih gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel, Amerika tak dapat memiliki keduanya," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di akun X.

Ia menambahkan bahwa dunia saat ini sedang menyaksikan pembantaian yang terjadi di Lebanon.

"Bola ada di tangan Amerika dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya," tambahnya.

Teheran akan menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata dengan AS jika Israel terus melanggar melalui serangan terhadap Lebanon.

Tentara Israel mengatakan mereka menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di berbagai wilayah Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon Selatan.

Gencatan senjata antara Iran dan AS terancam batal total lantaran ulah Zionis Israel yang menghantam Lebanon dengan serangan terberatnya.

Peringatan dari negosiator utama Iran, ketua Parlemen Mohammed Bager Qalibaf, menunjukkan volatilitas yang terus berlanjut di kawasan itu.

Kedua pihak telah menetapkan agenda yang sangat kontras untuk pembicaraan perdamaian yang akan dimulai pada hari Sabtu.

Qalibaf mengatakan Israel telah melanggar beberapa ketentuan gencatan senjata dengan meningkatkan perang paralel melawan Hizbullah.

Sementara AS melanggar perjanjian tersebut dengan bersikeras agar Iran meninggalkan ambisi nuklirnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali membuat publik geger dengan pernyataan bahwa militer Israel tetap dalam posisi siaga penuh.

"Biarkan saya memperjelas ini, kami masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan dan kami akan mencapainya baik melalui kesepakatan maupun melalui perang kembali," ucap Netanyahu.

"Kami siap kembali bertempur setiap saat jika diperlukan, jari kami tetap berada di atas pelatuk, ini bukan akhir dari perjuangan melainkan pencapaian semua tujuan kami," katanya.

Pidato Netanyahu itu merupakan balasan atas kritik tajam dari tokoh oposisi Israel Yair Lapid yang menyebut gencatan senjata sebagai bencana diplomatik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung