Repelita [Jakarta] - Seorang mantan pejabat tinggi instansi perdagangan daerah mengaku terpaksa menggelar acara busana tahunan karena diliputi rasa takut kehilangan posisi.
Pengakuan tersebut diungkapkan secara langsung saat dirinya menjalani persidangan pemeriksaan terdakwa di ruang sidang utama pengadilan setempat pada Senin malam.
ADVERTISEMENT
Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim Sulhanuddin.
Dalam persidangan, terdakwa tersebut turut menyeret nama istri kepala daerah yang menjabat pada masa kepemimpinan sebelumnya di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dirinya mendapat instruksi langsung dari istri wali kota untuk mengadakan ajang pameran mode berskala besar.
Awalnya ada acara, saya dipanggil Ibu Wali Kota Medan Kahiyang Ayu.
Saat itu, Ibu bilang, ‘Kamu bisa tidak buat kegiatan besar seperti Medan Fashion Festival?’ Kemudian artis nasional untuk kegiatan tersebut dipilih oleh Ibu Kahiyang.
Tekanan semakin kuat lantaran para pejabat diancam akan segera dicopot dari jabatannya apabila instruksi penyelenggaraan acara itu diabaikan.
Pimpinan bilang kalau semua tidak terjadi maka kami akan dicopot.
Mendengar pengakuan tersebut, ketua majelis hakim memberikan tanggapan menohok mengenai mentalitas para birokrat yang tunduk di bawah bayang-bayang kekuasaan.
Kalian terlalu takut sama Bobby.
Perkara rasuah ini melibatkan sejumlah terdakwa mulai dari mantan kepala dinas, kepala perhubungan, pejabat pelaksana teknis kegiatan, hingga pihak swasta penyedia jasa.
Proyek pagelaran busana tersebut awalnya menyerap dana dari anggaran pendapatan belanja daerah dengan nilai kontrak miliaran rupiah.
Namun dalam pelaksanaannya ditemukan berbagai kejanggalan pengeluaran biaya serta selisih anggaran yang berujung pada kerugian keuangan negara hingga menembus angka satu miliar rupiah.
Para terdakwa kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan melanggar hukum mereka di hadapan meja hijau sesuai dengan ketentuan perundang-undangan korupsi yang berlaku.(*).
Editor: 91224 R-ID Elok