Berita, Nasional

[GEGER] Spanduk di Bundaran UGM Yogyakarta Berisi Surat Permohonan Maaf Dan Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran Bobroknya Kepemimpinan Nasional

Repelita.net

21 May 2026 20:51 WIB • 984 view

[GEGER] Spanduk di Bundaran UGM Yogyakarta Berisi Surat Permohonan Maaf Dan Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran Bobroknya Kepemimpinan Nasional
Foto: Istimewa

Repelita [Yogyakarta] - Aksi pembentangan atribut demonstrasi berukuran masif di kawasan perlintasan ikonik lingkungan universitas negeri ternama memicu kegaduhan publik lantaran memuat pesan ekspresi kekecewaan yang mendalam terhadap jalannya roda tata kelola negara saat ini.

Atribut kain putih yang dipasang di ruang terbuka tersebut sengaja diletakkan dengan pengawalan tiang bendera merah putih yang dikibarkan pada posisi setengah tiang sebagai simbol keprihatinan nasional.

ADVERTISEMENT

Pemasangan media sosialisasi jalanan yang diduga kuat digerakkan oleh elemen pergerakan mahasiswa tersebut terpantau mulai mencuri perhatian para pelaju lalu lintas sejak pagi hari.

Dokumen visual ketatanegaraan tersebut memuat tajuk maklumat yang secara spesifik mengatasnamakan institusi Kampus Biru sebagai pihak yang menyampaikan penyesalan kepada masyarakat luas.

Isi tuntutan di dalam lembaran kain tersebut menyoroti rapuhnya pondasi kepemimpinan eksekutif tertinggi yang dinilai menjadi akselerator bagi kemerosotan integritas birokrasi dan kekacauan ekonomi makro.

Adapun muatan teks aslinya menyatakan bahwa "With ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah membiarkan PRABOWO-GIBRAN menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029. Demikian permohonan maaf ini kami buat sebagai bentuk PENYESALAN karena melihat betapa BOBROKNYA KEPEMIMPINAN NASIONAL hari ini ayng menjadi jalan pintas kehancuran banga, ditandai dengan berkuasanya orang-orang tanpa kompetensi, nestapa politik, dan carut-marutnya ekonomi,".

Keberadaan kalimat bernada satire tajam ini seketika memaksa banyak pengguna jalan untuk menghentikan laju kendaraan bermotor mereka sejenak demi membaca serta mengabadikannya.

Mekanisme penyebaran opini publik di area steril tersebut pada akhirnya disikapi tegas oleh jajaran satuan pengamanan keselamatan lingkungan universitas yang langsung bergerak melakukan penertiban paksa.

Petugas mencopot seluruh kelengkapan peraga demonstrasi termasuk dua bendera nasional guna memulihkan kembali kondusivitas kawasan bundaran kampus dari potensi kemacetan jalan raya.

Pihak otoritas rektorat universitas setempat sendiri memilih untuk tidak memberikan komentar resmi ataupun tanggapan hukum lanjutan mengenai penempatan spanduk ilegal yang mencantumkan nama institusi mereka tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung