Berita, Timur Tengah

[GEGER] Klaim Pilot AS Berbanding Terbalik, Trump Sebut Berhasil Dievakuasi, Iran Klaim Gagalkan Misi

Repelita.net

06 April 2026 15:36 WIB • 956 view

[GEGER] Klaim Pilot AS Berbanding Terbalik, Trump Sebut Berhasil Dievakuasi, Iran Klaim Gagalkan Misi
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Klaim Amerika Serikat dan Iran mengenai nasib pilot AS yang pesawatnya tertembak jatuh di wilayah Iran menunjukkan perbedaan yang sangat kontras bagaikan bumi dan langit.

Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil mengevakuasi seorang pilot militer AS kedua dari wilayah Iran pada Minggu (5/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menyebut bahwa pilot tersebut ditemukan melalui misi pencarian dan penyelamatan yang berani dan penuh risiko tinggi.

"Seorang pilot militer AS yang hilang setelah pesawatnya ditembak jatuh di Iran telah ditemukan," kata Trump dalam pernyataannya.

Operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan AS berlangsung dengan intensitas tinggi setelah jatuhnya pesawat tempur F-15 E Strike Eagle pada Jumat (3/4/2026).

Keberadaan pilot pesawat tempur AS yang jatuh itu juga sempat menjadi buruan sengit militer Republik Islam Iran di tengah medan pegunungan yang terjal.

Teheran bahkan menjanjikan hadiah bagi siapa pun yang berhasil menyerahkan pilot musuh kepada otoritas setempat.

"Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan Iran yang berbahaya, diburu oleh musuh-musuh kita, yang semakin mendekat setiap jamnya," tulis Trump melalui akun media sosial pribadinya.

Lebih lanjut Trump menyampaikan bahwa pilot tersebut mengalami luka-luka tetapi dipastikan akan baik-baik saja setelah mendapat perawatan.

Ia menambahkan bahwa proses penyelamatan tersebut melibatkan puluhan pesawat dan telah direncanakan dengan cermat selama 24 jam penuh.

Pesawat tempur itu merupakan pesawat AS pertama yang berhasil ditembak jatuh di wilayah Republik Islam sejak konflik meletus pada akhir Februari lalu.

Namun versi yang disampaikan oleh Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran sangat bertolak belakang dengan klaim AS tersebut.

Iran melaporkan bahwa pihaknya telah berhasil menggagalkan upaya militer AS untuk menyelamatkan pilot yang jatuh di wilayah mereka.

Mereka mengklaim telah menghancurkan beberapa pesawat canggih, termasuk helikopter Black Hawk dan pesawat angkut militer C-130, dalam operasi terkoordinasi di selatan Isfahan.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, mengumumkan hal tersebut pada Minggu (5/4/2026).

Ia mengatakan bahwa pasukan militer Republik Islam sukses menggagalkan upaya misi penyelamatan pilot tempur Amerika yang jatuh di wilayah Iran tengah.

"Operasi gabungan yang melibatkan angkatan udara dan darat, unit sukarelawan Basij, dan petugas penegak hukum berhasil mencegat dan menetralisir pesawat yang datang," katanya.

Zolfaghari menambahkan bahwa operasi tersebut mengakibatkan hancurnya beberapa pesawat musuh yang mencoba memasuki wilayah Iran.

Menurutnya, kegagalan ini merupakan kekalahan memalukan lainnya bagi Amerika Serikat setelah Operasi Eagle Claw yang gagal pada April 1980 silam.

Zolfaghari juga menyinggung pernyataan Trump yang dinilainya sebagai upaya mengecilkan insiden dengan mengklaim keberhasilan evakuasi pilot.

"Upaya musuh yang sia-sia pada akhirnya gagal karena dukungan ilahi dan tindakan tepat waktu serta terkoordinasi dari pasukan," tegasnya.

Ia merinci bahwa pesawat yang berhasil ditembak jatuh oleh Iran antara lain dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130.

Semua pesawat tersebut terkena tembakan dan terbakar di wilayah Isfahan selatan sebelum sempat mencapai lokasi pilot yang jatuh.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS telah menghancurkan Republik Islam dan akan mengakhiri perang dengan sangat cepat.

Namun dua hari setelah pernyataan itu, Iran justru berhasil menembak jatuh dua pesawat militer AS di wilayah udaranya.

Trump lantas memperbarui ancamannya kepada Teheran untuk membuka Selat Hormuz paling lambat Senin dengan konsekuensi menghancurkan jika tidak dipatuhi.

“Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk MEMBUAT KESEPAKATAN atau MEMBUKA SELAT HORMUZ. Waktu hampir habis 48 jam sebelum semua neraka akan menimpa mereka,” tulis Trump.

Merespon ancaman tersebut, Komandan Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya Iran, Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi memberi peringatan keras pada AS dan sekutunya pada Sabtu malam (4/4/2026).

“Pintu neraka akan terbuka untuk kalian, jika infrastruktur Iran diserang," tegas jenderal tersebut sebagai balasan atas ancaman Trump.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung