Repelita [Jakarta] - Pihak istana akhirnya buka suara guna meluruskan polemik terkait formasi kursi rapat pleno kabinet paripurna yang sempat menuai spekulasi publik.
Menteri sekretaris negara menyatakan bahwa pergeseran tatanan letak meja tersebut murni didasari pertimbangan teknis penyampaian materi oleh kepala negara.
ADVERTISEMENT
Keberadaan layar teleprompter membuat presiden harus menempati titik tengah ruangan agar pemaparan capaian program berjalan optimal.
Sehingga posisi wakil presiden disesuaikan untuk duduk bersama jajaran menteri kabinet dalam agenda tersebut.
Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan, jelasnya pada hari Selasa, 21 Juli 2026.
Isu miring mengenai keretakan relasi di pucuk pimpinan tertinggi pemerintahan langsung ditepis secara tegas oleh pihak kementerian sekretariat negara.
Solidaritas kabinet dipastikan tetap terjaga erat guna merampungkan seluruh agenda prioritas pembangunan nasional demi kesejahteraan rakyat.
Tidak ada, sama sekali tidak ada.
Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden.
Menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, pungkasnya.(*).
Editor: 91224 R-ID Elok