Berita, Nasional

[GEGER] Dulu Standar Kecerdasan Adalah Habibie, Said Didu Sentil Pergeseran Standar Tokoh Publik Hingga Bahlil

Repelita.net

11 August 2026 17:31 WIB • 378 view

[GEGER] Dulu Standar Kecerdasan Adalah Habibie, Said Didu Sentil Pergeseran Standar Tokoh Publik Hingga Bahlil
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ruang percakapan digital diwarnai oleh beragam tanggapan kritis warganet terkait dinamika kebijakan serta isu pendanaan program strategis pemerintah.

Perbincangan tersebut mencakup sorotan tajam terhadap berbagai narasi publik yang beredar luas di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Tanggapan pertama dilontarkan oleh akun Muhammad Rusdi melalui cuitannya di platform media sosial.

"Penyesuaian standar biar ga berat" tulis akun @rdirusdi.

Respons serupa disampaikan oleh akun Tania TNgM menanggapi indikator ekonomi yang disorot publik.

"Wajarlah Batas standar kemiskinan aja bisa diturunkan demi angka yg baik" tulis akun @TaniaTngm20215.

Komentar singkat mengenai konstelasi politik dituliskan oleh akun Force D.

"Kekuatan partai" tulis akun @Fastron2000D.

Seruan semangat disampaikan oleh akun Agus Salim dalam komentarnya.

"Gasspooll iran Allohu Akbar" tulis akun @AgusSal12171098.

Kritik terhadap potensi dampak kebijakan bagi anak sekolah diungkapkan oleh akun PamanDoblang.

"Setelah tahu begitu besok anak anak pada bolos sekolah. Begitulah..!" tulis akun @dwnoeg.

Akun yang sama turut membagikan kutipan analisis mengenai polemik sumber pendanaan program pemerintah.

"MBG + KOPDES: BUKAN UTANGAN JEPANG, LALU SIAPA YANG BAYAR? Ramai narasi bahwa Prabowo dapat pinjaman Jepang Rp500 triliun untuk MBG dan Kopdes. Klaim itu KELIRU. Yang diumumkan dari Jepang adalah komitmen bisnis/investasi" tulis akun @dwnoeg.

Penilaian kritis atas pola kebijakan tersebut dilontarkan oleh akun gpeceng.

"Bukan cerdas tapi licik" tulis akun @gpeceng.

Kekhawatiran terhadap masa depan bangsa disuarakan oleh akun Andesaku.

"4 tahun menuju INDONESIA BUBAR..!" tulis akun @Andesaku1.

Komentar bernada satir disampaikan oleh akun Mocoy.

"Sulit memang memahamkan aki aki" tulis akun @mocoy69.

Tanggapan singkat tertawa dituliskan oleh akun Abu yaya.

"Kwkwkw" tulis akun @Abuyaya5.

Sindiran mengenai pemanfaatan dalil diungkapkan oleh akun Alfa.

"Pilih2 dalil yg menguntunhkan?" tulis akun @Alfa_Bimas.

Kritik terhadap pejabat pemerintahan dituliskan oleh akun bachtiar saban.

"Bahlil ikuti termulnya" tulis akun @bachtiar_s61448.

Penilaian atas kriteria penilaian kinerja disampaikan oleh akun Syueb Abuhanifah.

"Kriteria dan indikatornya beda: nilai 11 dari 100" tulis akun @syueb2011.

Ulasan pedas terkait kualitas pembantu presiden dilontarkan oleh akun _KopiTanpaGula.

"Sebodoh2 pembantunya, krn yg tetap pertahankan yg lbih bodoh." tulis akun @kopitanpagula09.

Reaksi tertawa dibagikan oleh akun Moch Syahril pada 10 Agt.

"Hahahaha" tulis akun @MochSya94326520.

Pandangan mengenai tipisnya batas kecerdasan dan keclicikan dituliskan oleh akun Umma-iR.

"Cerdas ma licik beti aja" tulis akun @ummuibnrizq.

Dukungan singkat diberikan oleh akun Pro 99 pada 10 Agt.

"Masok" tulis akun @from_life5.

Kaitan performa dengan angka evaluasi disinggung oleh akun balp-bm93.

"Ga salah dpt nilai 11" tulis akun @balp_93.

Kritikan keras terhadap pengelolaan negara disuarakan oleh akun Pajak KITA, Kemewahan Mereka.

"Ikan busuk dari kepalanya.. @prabowo" tulis akun @SemuaOKE710920.

Pernyataan tajam mengenai kualitas kepemimpinan dituliskan oleh akun SENOPATI pada 10 Agt.

"Orang bodoh diunggulkan orang dungu itu pasti" tulis akun @Siswotomo187571.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung