Berita, Internasional

Gedung Putih Bahas Proposal Iran Buka Selat Hormuz dengan Syarat Berat

Repelita.net

28 April 2026 14:02 WIB • 1,055 view

Gedung Putih Bahas Proposal Iran Buka Selat Hormuz dengan Syarat Berat
Foto: Istimewa

Repelita Makassar - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan sebuah angka fantastis terkait perputaran uang di wilayah Sulawesi Selatan.

Dana BGN yang telah tersebar di provinsi tersebut mencapai nilai total sebesar Rp1,9 triliun dengan aliran dana rutin sekitar Rp836 miliar setiap bulannya.

ADVERTISEMENT

"Kalau kita akumulasikan sampai bulan ini uang BGN beredar di Sulsel Rp1,9 triliun. Ini uang yang besar yang beredar di masyarakat," kata Dadan dalam pemaparannya saat menghadiri peresmian SPPG Unhas di Makassar pada Selasa, 28 April 2026.

Ia menyatakan bahwa dari total dana yang mengalir tersebut, sebanyak 70 persennya dialokasikan secara khusus untuk membeli hasil pertanian, peternakan, serta perikanan dari para petani lokal.

Konsekuensinya, lanjut Dadan, uang dalam jumlah besar ini dapat dinikmati langsung oleh para petani sebagai penyuplai utama bahan pangan program.

"Sebanyak Rp836 miliar uang badan gizi berputar di Sulsel per bulan. Untuk beli apa? 70 persen atau kurang lebih Rp600 miliar untuk beli produk pertanian, peternakan dan perikanan," sebutnya menjelaskan rincian anggaran.

Lebih jauh, Dadan menyebut bahwa permintaan terhadap produk pertanian, perikanan, dan peternakan mengalami peningkatan signifikan yang berujung pada kesejahteraan para petani.

"Harga di tingkat petani di Sulsel saya dapat laporan, sekarang diperoleh di kebun bukan di pasar induk karena program MBG. Bayangkan 836 SPPG dikali lima ton saja per bulan itu berapa ton beras yang dibutuhkan, berapa pisang, jeruk dan telur yang dibutuhkan. Jadi uang beredar luar biasa," kata Dadan memberikan ilustrasi.

Dadan juga membeberkan data terkini mengenai perkembangan dapur MBG yang sudah beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan.

Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 836 unit dapur MBG yang aktif beroperasi dan melayani masyarakat di provinsi tersebut.

Sementara itu, masih terdapat sebanyak 454 unit dapur lainnya yang masih dalam proses pengajuan dan menunggu verifikasi kelayakan.

Seluruh dapur yang sudah dan akan beroperasi ini nantinya akan melayani sebanyak 1.962.917 jiwa penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung