Repelita Jakarta - Setelah sebelumnya memberikan karpet merah kepada Spanyol, Iran kini kembali mengguncang panggung geopolitik dengan memberikan hak istimewa serupa kepada Rusia di Selat Hormuz, jalur perairan paling strategis bagi pasokan energi global .
Iran secara resmi mengumumkan kebijakan maritim baru yang memberikan pembebasan penuh dari biaya transit Selat Hormuz bagi kapal-kapal Rusia, sebagai bagian dari strategi memfasilitasi negara-negara yang dianggap sekutu atau "negara ramah" .
ADVERTISEMENT
Keputusan penting tersebut dikonfirmasi langsung oleh Duta Besar Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, dalam pernyataannya kepada media negara Rusia RIA Novosti dan Sputnik pada Jumat (24/4/2026) .
"Kami telah memberikan pengecualian untuk beberapa negara. Kementerian Luar Negeri kami saat ini sedang berusaha menerapkan pengecualian yang direncanakan untuk negara-negara ramah, seperti Rusia," kata Jalali menjelaskan kebijakan eksklusif tersebut .
Selat Hormuz merupakan jalur arteri paling krusial bagi pasokan energi dunia, sehingga keputusan Republik Islam untuk meniadakan beban biaya bagi Rusia akan memberikan keuntungan ekonomis yang sangat signifikan bagi Moskow .
Kebijakan ini sekaligus mengirimkan sinyal keras kepada dunia internasional mengenai kedekatan aliansi Iran-Rusia yang semakin menguat di berbagai sektor, terutama ekonomi dan keamanan .
Dengan memberikan pengecualian transit bagi Rusia, Iran tidak hanya menjalankan kebijakan ekonomi tetapi juga langkah politik strategis untuk memperkuat kemitraan dalam menghadapi tekanan sanksi dari pihak Barat, terutama Amerika Serikat .
Para analis geopolitik menilai langkah ini merupakan bentuk perlawanan terhadap upaya isolasi yang dilakukan oleh kekuatan AS, sekaligus menunjukkan bahwa Iran memiliki "jalur" sendiri di luar dominasi sistem perdagangan internasional yang dikendalikan AS .
Kebijakan ini juga berkaitan erat dengan pengembangan International North-South Transport Corridor (INSTC) yang menghubungkan Rusia melalui Iran ke Samudra Hindia, memastikan arus barang dari Moskow menuju pasar Asia bergerak lebih efisien .
Bagi negara lain, kebijakan eksklusif Iran ini bisa menjadi insentif untuk mempertimbangkan kembali posisi diplomatik mereka, karena hubungan baik dengan Teheran terbukti memberikan keuntungan nyata di Selat Hormuz .
Sebelumnya Iran telah memberikan "karpet merah" kepada Spanyol dengan izin melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan dan bebas dari tarif tol, sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pengamat internasional .
Kebijakan terhadap Spanyol ini dinilai sebagai manuver geopolitik untuk memecah kesatuan blok Barat, karena memberikan hak istimewa kepada satu negara Eropa secara selektif .
Dengan menunjukkan bahwa Spanyol dapat beroperasi dengan aman di Selat Hormuz, Iran memberikan insentif bagi negara-negara Eropa lainnya untuk meninjau kembali kebijakan luar negeri mereka terhadap Iran .
Langkah ini sekaligus menjadi pukulan telak bagi narasi bahwa Iran adalah ancaman universal bagi pelayaran internasional, karena Teheran membuktikan mampu membedakan antara sekutu dan lawan secara selektif .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok