Repelita [Jakarta] - Eskalasi pertempuran yang melibatkan Iran terhadap instalasi militer serta aset milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kian meluas secara agresif.
Hampir seluruh kawasan Teluk, terkecuali Uni Emirat Arab, dilaporkan menjadi sasaran empuk gelombang gempuran militer tersebut.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya fasilitas pertahanan, berbagai aset strategis komersial negara adidaya itu turut menjadi target empuk operasi militer.
Korps Garda Revolusi Islam secara terbuka menyatakan telah menghujani fasilitas penyimpanan data digital milik Amazon di wilayah Bahrain pada hari Selasa.
Berdasarkan laporan media lokal yang bersumber dari militer Iran, unit udara meluncurkan sejumlah rudal jelajah ke arah infrastruktur teknologi tersebut.
Pihak militer Iran mengeklaim hantaman proyektil itu berhasil meluluhlantakkan bangunan pusat data perusahaan multinasional tersebut hingga rata dengan tanah.
Kendati demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak kerajaan Bahrain, pemerintah Washington, maupun korporasi teknologi terkait insiden tersebut.
Sebelumnya, rangkaian operasi militer serupa juga menyasar berbagai fasilitas sipil yang dialihfungsikan sebagai tempat evakuasi tentara asing.
Kantor perwakilan diplomatik serta sejumlah penginapan yang menampung personel militer turut tak luput dari hantaman proyektil mematikan.
Gelombang serangan lanjutan bahkan dilaporkan sukses menelurkan kehancuran besar pada kompleks barak militer di wilayah perbatasan Yordania.
Operasi militer yang diklaim sebagai bagian dari gelombang ke-24 Operasi Nasr 2 tersebut dituding merenggut nyawa banyak serdadu asing(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
‼️🇪🇸🇦🇷 Video of blue fireworks at FIFA final spreading across internet is ALTERED
— Lord Bebo (@MyLordBebo) July 20, 2026
Many people were quick to accuse FIFA of preparing the ground for Argentina's victory after blue-and-white fireworks appeared, but the reality was completely different
The fireworks were actually… pic.twitter.com/YKIyCAHDVY