Berita, Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Laporkan Jusuf Kalla ke Polri atas Pernyataan Syahid di Ceramah UGM

Repelita.net

13 April 2026 14:30 WIB • 1,099 view

GAMKI dan Lembaga Kristen Laporkan Jusuf Kalla ke Polri atas Pernyataan Syahid di Ceramah UGM
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia bersama sejumlah lembaga Kristen dan organisasi kemasyarakatan menyampaikan sikap resmi terkait video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang melibatkan berbagai organisasi seperti Majelis Umat Kristen Indonesia, Asosiasi Pendeta Indonesia, Gerakan Perjuangan Masyarakat Pluralisme, DPP Si Pitung, DPP Horas Bangso Batak, DPP Pasukan Manguni Makasiouw, serta sejumlah kelompok masyarakat lainnya.

ADVERTISEMENT

Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat membacakan tiga poin penting dalam pernyataan pers ini.

”Pertama, menyatakan bahwa agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga, justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun,” katanya dalam keterangan tertulis pada Minggu (12/4/2026).

Kedua, ia mengungkapkan bahwa pihaknya mengecam keras pernyataan Jusuf Kalla yang dinilai menyakiti hati umat Kristen.

Selain itu, pernyataan tersebut dinilai dapat menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat.

“Ketiga, Maka Bersama ini kami yang terdiri dari berbagai Lembaga Kristen dan Organisasi Masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke Kepolisian RI,” kata Sahat.

Usai pernyataan tersebut, perwakilan organisasi bergerak dari Sekretariat DPP GAMKI di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menuju Markas Kepolisian RI.

Dalam video yang beredar, Jusuf Kalla menyinggung konflik di Poso dan Ambon serta menyebut bahwa pada masa konflik terdapat keyakinan di kedua pihak terkait konsep syahid dalam konteks peperangan.

“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti,” paparnya.

Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menegaskan bahwa potongan video tersebut berasal dari ceramah JK di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada pada Kamis (5/3/2026).

Ia menekankan bahwa narasi yang disampaikan JK merujuk pada fakta di lapangan saat konflik pecah, bukan sebagai pandangan pribadi.

“Yang disampaikan Pak JK adalah realitas di lapangan saat konflik pecah. Pada masa itu, memang ada kelompok dari kedua pihak yang sama-sama menyerukan perang suci dan mengklaim bahwa membunuh lawan atau mati dalam konflik adalah syahid. Itu fakta sejarah dari konflik bernuansa SARA, bukan pendapat pribadi Pak JK,” kata Husain kepada wartawan pada Sabtu (10/4/2026).(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung