Repelita [Jakarta] - Pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari, memberikan respons tegas atas tantangan debat terbuka yang dilayangkan oleh dua pegawai Perum Bulog bernama Ahmad Mukromin dan Anto.
Tantangan tersebut bermula dari kritik pedas Feri terhadap validitas data cadangan pangan nasional yang memicu reaksi keras dari jajaran pegawai lembaga logistik pelat merah tersebut.
ADVERTISEMENT
Melalui rekaman video eksklusif yang diterima pada Selasa, 11/8/2026, Ahmad menyatakan kesiapannya untuk memperlihatkan kondisi nyata ketersediaan cadangan pangan di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pihak Perum Bulog merupakan instansi yang paling memahami situasi riil penyerapan gabah di berbagai daerah.
Sementara itu, Anto turut melayangkan tantangan serupa kepada Feri agar bersedia mendatangi dan memeriksa langsung ketersediaan cadangan beras di dalam gudang penyimpanan Bulog.
"Dalam waktu satu minggu, kami tunggu Bung Feri Amsari untuk berdiskusi dan mengecek langsung stok beras di gudang Bulog," tegas Anto.
Menanggapi tantangan terbuka tersebut, Feri Amsari secara tegas memilih untuk menolak ajakan diskusi dari kedua pegawai instansi logistik negara itu.
Ia beralasan keengganannya meladeni tantangan tersebut didasari oleh prinsip agar elemen masyarakat tidak saling diadu domba satu sama lain.
Selain itu, Feri menilai bahwa Ahmad dan Anto gagal memahami perbedaan mendasar antara konsep swasembada pangan dengan swasembada beras.
Penolakan itu disampaikan Feri secara terbuka melalui akun X pribadinya, @feriamsari, pada Kamis, 13/8/2026.
"Untuk tantangan pegawai Bulog yang tak bisa bedakan pangan dan beras, saya tidak akan respons. Saya tidak mau rakyat diadu dengan rakyat," tulisnya.
Lebih lanjut, Feri menyatakan bahwa ia hanya bersedia meladeni ajakan debat terbuka apabila datang langsung dari Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
Ia berpandangan bahwa kemunculan tantangan dari para pegawai bawahan justru mengindikasikan ketidakberanian sang menteri untuk beradu argumen secara langsung dengan dirinya.
"Kalau Pak Mentan tak sanggup ajak tantangan debat, saya anggap beliau tak mampu," tegas Feri.
Sebelumnya, Ahmad Mukromin sempat membeberkan rincian data kuantitas cadangan beras yang dikuasai oleh lembaga tersebut telah menyentuh angka 5,25 juta ton secara nasional.
Angka tersebut diklaim tersebar merata di lebih dari 1.500 kompleks pergudangan yang dimiliki maupun disewa dari pihak lain di seluruh wilayah Nusantara.
"Di sini saya ingin menyampaikan bahwa stok yang dikuasai Bulog saat ini sebanyak 5,25 juta ton yang tersebar di lebih daripada 1.500 kompleks pergudangan di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu saja, Bulog juga telah menyewa gudang dari pihak lain," kata Ahmad.
Ia pun mempersilakan pihak luar untuk melakukan pemeriksaan langsung ke fasilitas penyimpanan guna membuktikan kebenaran data tersebut.
Ahmad juga menjamin seluruh proses penyerapan gabah petani telah melalui audit transparan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
"Saya siap berdiskusi dengan Anda. Karena Bulog yang lebih tahu dan lebih paham mengenai pengadaan gabah beras di lapangan. Saya tunggu FA (Feri Amsari)," imbuhnya.
Senada dengan rekannya, Anto juga meyakinkan bahwa jumlah simpanan beras di dalam gudang merupakan angka valid yang bisa dipertanggungjawabkan secara administratif maupun fisik.
Ia menyebut khusus untuk wilayah Jawa Timur saja, total simpanan beras fisik yang tersimpan di gudang telah mencapai 1,386 juta ton.
"Kali ini saya mau mengajak Bang FA mengecek apa itu swasembada pangan, terutama terkait dengan stok beras yang ada di gudang Bulog."
"Karena kalau berbicara tentang stok beras yang ada, itu tentunya di Bulog. Jadi Bang FA kalau mau berdiskusi, diskusinya dengan Bulog," ujar Anto.
Anto menambahkan, validitas cadangan tersebut dipastikan melalui prosedur pemeriksaan fisik berkala yang disandingkan dengan hasil audit instansi pengawas keuangan resmi.
"Jadi Bung FA yang tentunya masih meragukan data yang disajikan oleh Bulog, tentunya bisa kami tunggu di gudang Bulog."
"Kita terbuka untuk melakukan diskusi dengan Bung FA bagaimana membuktikan bahwa swasembada pangan, swasembada beras itu nyata ada di gudang Bulog," tandasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok